Chelsea Hancur di Stamford Bridge, Awoniyi Bersinar dan Penalti Gagal Palmer Jadi Momen Penentu

Pemain Nottingham Forest, Taiwo Awoniyi (kiri), merayakan gol bersama Morgan Gibbs-White dalam pertandingan Premier League melawan Chelsea, Senin (4/5/2026) malam WIB. (c) John Walton/PA via AP
Beritariau.com - Chelsea kembali menelan hasil mengecewakan setelah takluk 1-3 dari Nottingham Forest dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, Senin (4/5/2026) malam WIB. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri sekaligus memperbesar ancaman gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Laga baru berjalan dua menit, publik Stamford Bridge sudah dibuat terdiam. Taiwo Awoniyi sukses membuka keunggulan tim tamu lewat sundulan jarak dekat setelah memanfaatkan umpan silang yang gagal diantisipasi lini belakang Chelsea. Gol cepat ini langsung mengubah dinamika pertandingan dan membuat tuan rumah berada dalam tekanan.
Chelsea mencoba merespons melalui permainan menyerang yang lebih agresif. Enzo Fernandez hampir menyamakan kedudukan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola hanya membentur tiang gawang. Alih-alih menyamakan skor, The Blues justru kembali kebobolan.
Wasit sempat ragu saat terjadi pelanggaran di kotak penalti Chelsea, tetapi setelah meninjau VAR, keputusan penalti diberikan kepada Nottingham Forest. Igor Jesus yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya meski bola sempat mengenai kaki Robert Sanchez sebelum akhirnya masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 0-2.
Peluang emas untuk bangkit datang bagi Chelsea menjelang akhir babak pertama. Mereka mendapatkan hadiah penalti setelah pelanggaran di area terlarang. Cole Palmer yang dipercaya sebagai algojo gagal menuntaskan tugasnya setelah sepakannya berhasil dibaca dengan baik oleh kiper Nottingham Forest, Matz Sels. Momen ini menjadi titik balik yang sangat merugikan bagi tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Chelsea berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun, Nottingham Forest justru kembali menunjukkan efektivitas mereka. Taiwo Awoniyi mencetak gol keduanya pada menit ke-52 setelah menerima umpan matang dari Morgan Gibbs-White dan menyelesaikannya dengan tenang di dalam kotak penalti. Gol ini sempat diperiksa VAR karena dugaan offside, tetapi akhirnya tetap disahkan.
Chelsea sempat melihat secercah harapan saat Joao Pedro menjebol gawang lawan di pertengahan babak kedua. Namun, harapan itu sirna setelah VAR kembali menganulir gol tersebut karena posisi offside dalam proses serangan.
Frustrasi semakin terasa ketika sejumlah peluang yang diciptakan gagal berbuah gol. Cole Palmer kembali mengancam melalui tembakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Matz Sels tampil sigap dengan penyelamatan gemilang yang menjaga keunggulan timnya.
Chelsea akhirnya hanya mampu mencetak gol hiburan di masa tambahan waktu melalui aksi akrobatik Joao Pedro. Sayangnya, gol tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan yang tetap berpihak kepada Nottingham Forest dengan skor 3-1.
Kekalahan ini membuat Chelsea tertahan di papan tengah klasemen dan semakin tertinggal dalam perburuan tiket kompetisi Eropa. Sebaliknya, Nottingham Forest meraih tiga poin krusial yang membantu mereka menjauh dari ancaman zona degradasi.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan perbedaan efektivitas kedua tim. Chelsea sebenarnya tidak kekurangan peluang, tetapi kegagalan dalam penyelesaian akhir serta momen-momen krusial yang tidak berpihak membuat mereka harus membayar mahal. (*)

