50 Tahun Konsisten Gelar Khitanan Massal, PRM Aursati Dinilai Layak Raih Rekor MURI

Beritariau.com, Kampar - Komitmen panjang dalam melayani masyarakat ditunjukkan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Aursati, Kabupaten Kampar, yang kembali menggelar khitanan massal dalam rangkaian Silaturahmi Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini menjadi istimewa karena telah berlangsung secara konsisten selama 50 tahun berturut-turut—sebuah pencapaian yang jarang ditemui dalam kegiatan sosial berbasis komunitas.
Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh nasional, Anwar Abbas, yang juga menjabat sebagai pimpinan pusat Muhammadiyah. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas dedikasi panjang PRM Aursati dalam menjalankan dakwah kultural melalui pelayanan langsung kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Anwar Abbas menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memiliki nilai historis yang tinggi. Ia bahkan menyebut tradisi khitanan massal yang telah berlangsung selama setengah abad ini layak mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Selama lima dekade, kegiatan ini tercatat telah melayani ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai generasi, bahkan terdapat warga yang pernah mengikuti khitanan tersebut sejak tahun 1970-an.
Pelaksanaan khitanan massal tahun ini didukung oleh tenaga medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) serta Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau. Dukungan ini memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai standar medis.
Ketua PRM Aursati, Sardalis, mengungkapkan rasa syukur atas keberlangsungan kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun tersebut. Menurutnya, konsistensi selama 50 tahun tidak hanya mencerminkan komitmen pelayanan sosial, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PWM Riau, Hendri Sayuti, yang menilai kegiatan ini sebagai bukti nyata kehadiran Muhammadiyah dalam menjawab kebutuhan umat. Ia berharap program serupa dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi ranting Muhammadiyah lainnya di seluruh Indonesia.
Lebih dari sekadar layanan kesehatan, khitanan massal ini juga menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat dan pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan. Momentum Silaturahmi Syawal semakin memperkuat nilai kebersamaan, sekaligus menegaskan peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang tidak hanya berbasis wacana, tetapi juga aksi nyata.
Di tengah perubahan zaman, konsistensi PRM Aursati selama lima dekade menjadi bukti bahwa tradisi kebaikan yang dijaga dengan komitmen dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat lintas generasi. (*)

