Fajar Sadboy Bicara soal Pandangan Negatif Orang dan Sikap Tetap Rendah Hati

Fajar Sadboy Bicara soal Pandangan Negatif Orang dan Sikap Tetap Rendah Hati

Fajar Sadboy

Beritariau.com, Jakarta – Nama Fajar Sadboy kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya diduga diludahi oleh Indra Frimawan saat tampil sebagai bintang tamu di podcast Close the Door milik Deddy Corbuzier. Kejadian ini memunculkan spekulasi bahwa tindakan Indra Frimawan merupakan wujud meremehkan Fajar Sadboy.

Namun, Fajar menanggapi isu tersebut dengan tenang dan santai. Bagi komedian ini, yang terpenting adalah tetap rendah hati dan tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain. 

“Intinya tetap rendah diri, merendahlah sampai nggak ada satu orang pun yang bisa merendahkanmu,” ujarnya saat ditemui di Trans TV, Sabtu (14/2). Ia menambahkan, “Walaupun kita sudah punya apa segala macam, jangan sombong, tetap rendah hati.”

Selama ini, Fajar dikenal sering menjadi ‘keset’ dalam acara komedi, namun hal itu tidak pernah menjadi beban baginya. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan diri sendiri jauh lebih penting dibandingkan terlalu memikirkan komentar orang lain. 
“Alhamdulillah aku merasa nyaman. Selagi masih bisa dipertahankan ya jalankan. Kalau kita terlalu sibuk mikirin apa kata orang, kita lupa untuk diri kita sendiri,” ungkapnya.

Fajar juga mengaku pernah berada di titik ingin menyerah meniti karier di industri hiburan Tanah Air. Namun, semangat dan perjuangannya sejak awal membuatnya tetap bertahan. 

“Pernah sih mau nyerah. Tapi aku ingat dari awal, ‘wah kok nyerah sih, kalau aku nyerah, coba pikir dari awal deh, kenapa berani memulai,’” tuturnya.

Terkait insiden dengan Indra Frimawan, Fajar justru memilih introspeksi. Ia merasa mungkin kesalahannya yang memicu ketegangan dan tak segan meminta maaf jika memang membuat Indra Frimawan kesal. 

“Aku sendiri minta maaf, mungkin aku yang bikin kesal beliau,” pungkasnya.

Dengan sikap rendah hati dan fokus pada kebahagiaan diri, Fajar Sadboy tetap menjadi sosok yang profesional di industri hiburan meski sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. (*)