Derita Pembantu Rumah Tangga yang Dibuang Majikannya

Salumi: Kalau Haus, Saya Minum Air Bak

Salumi: Kalau Haus, Saya Minum Air Bak

Beritariau.com, Pekanbaru - Salumi Siladada (16), seorang asisten rumah tangga asal Nusa Tenggara Timur yang dibuang majikannya, ternyata juga mengalami penyiksaan yang diduga dilakukan oleh majikannya Charlenen Fang (CF) alias Susi di rumahnya, di Jalan Riau Gang H Saeran Kota Pekanbaru Riau. Ia tertunduk saat menceritakan kisah penyiksaan yang dialaminya, Jumat (17/6/2016).

Anak ketiga dari empat bersaudara itu berkisah, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah CF selama 3 bulan, melalui yayasan penyalur PT Karya Abadi Timur yang berada di Jambi. Selama bekerja, dia mengaku tidak pernah diberi gaji apalagi diberi makanan.

"Tidak pernah saya dikasih makan. Kalau lapar saya tahan, kalau haus saya minum air bak,"  kata Salumi.

Terkadang, ibu majikannya berbaik hati memberi makan tapi secara diam-diam. Namun ia pun tak berani menyantap makanan itu karena di bawah pengawasan CCTV.

Majikannya diceritakan sebagai seseorang yang mudah marah. Puncak kemarahan terjadi pada awal Juni 2016 lalu. Semua pakaian miliknya disita dan disimpan oleh majikannya.

"Saya cuma diberikan 1 lembar baju robek, dimasukkan ke dalam mobil dan di buang di pinggir jalan dekat puskesmas. Biar kau mati dipinggir jalan," ucap Salumi menirukan perkataan majikannya saat itu.

Atas kejadian ini, Ketua DPP LBPAR, Rosmaini yang ikut mendampingi Salumi meminta pihak kepolisian berlaku adil. Sebab, dari keterangan sudah sangat jelas bahwa pelaku (CF) menyiksa dan menelantarkan korban yang masih dibawah umur.

"Hukum jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Kami mendesak Polda Riau segera menahan pelaku agar masyarakat percaya polisi melindungi mengayomi. Tapi kalau laporan kami ini tidak ditanggapi oleh Polda Riau, maka akan kami lajutkan laporan ke Mabes Polri di Jakarta," kata Ros.

Dari data yang ditelusuri, yayasan PT karya abadi timur di Jambi mempekerjakan anak di  bawah umur. Mereka memanipulasi tahun lahir. Salumi Siladada, lahir 7 Maret 2000 di manipulasi 7 Maret 1997.

Diberitakan sebelumnya, Salumi Siladada ditemukan warga dan diserahkan ke Polsek Siak Hulu dalam kondisi memperihatinkan, awal Juni 2016 lalu.


Tubuhnya kurus, sakit dan banyak bekas luka di tangan dan punggung, diduga bekas pukulan benda tumpul.

Salumi mengaku sering dianiaya majikannya (CF) dan sudah berbulan-bulan tidak digaji. Selain itu dia juga hidup tidak layak di rumah sang majikan. Sehari-hari, Salumi pun hanya diberi makan seadanya.

Dalam kondisi itu korban dibuang oleh CF, majikannya ke Siak Hulu dan akhirnya diselamatkan warga dan polisi. CF yang kemarin statusnya terperiksa dilepaskan Polda Riau dengan alasan berkas perkara yang belum lengkap. [pan]