Hari ke Tiga Kunjungan Bupati Harris ke Swedia
Pemkab Bakal Adopsi Ideon Techno Park Swedia untuk Kembangkan Teknopolitan Pelalawan

Beritariau.com - Rabu (15/6/2016) merupakan hari ke tiga kunjungan kerja Bupati Pelalawan HM Harris bersama Bupati Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Kepala BPPT RI Dr Ir Unggul Priyanto MSc, Deputi PKT BPPT, Deputi TAB BPPT, Kepala Bappeda Pelalawan Ir Syahrul Syarif, Direktur Pengembangan Inovasi Wilayah Spesifik dan Kepala Balai Bioteknologi BPPT, di Swedia.
Salah satu agenda di hari ini, rombongan delegasi Indonesia ini melakukan penandatangan MoU antara Lund Unversity dan BPPT menyangkut kerja sama penelitian dan pengembangan techno park binaan BPPT di Indonesia Khususnya Kabupaten Pelalawan.
"Penandatangan kesepahaman sendiri salah satunya terkait Teknopolitan Pelalawan menjadi bagian dari kerjasama tersebut. Penandatangan tersebut dilakukan oleh Eva Wiberg selaku Deputy President Lund University dan Unggul Priyanto selaku Kepala BPPT dan disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Bagas Hapsoro,"jelas Ir M Syahrul Syarif.
Rombongan juga berdiskusi dengan unit-unit dari Ideon Techno Park yakni Vattenhallen Science Center. Vattenhallen Science Center merupakan pusat eksibisi ilmu pengetahuan yang merupakan unit yang membentangkan teori, konsep dan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dan pelajar.
Menurut Syahrul Syarif, ke depan unit semacam ini juga perlu ada di Teknopolitan Pelalawan, dan untuk membangunnya perlu kerjasama dengan perusahaan yang operasional di Pelalawan.
Usai pertemuan, kata Ir M Syahrul Syarif di Vattenhalen Science Centre rombongan diterima oleh Monica Almqvist (Director of Science Centre). Dijam berikutnya rombongan melakukan kunjungan ke proyek pembagunan suatu unit riset teknologi canggih, yang dibangun atas pembiayaan konsorsium negara-negara eropa, yang disebut dengan Europe Spallation Source (ESS).
"Kami juga diperkenankan mengunjungi inkubator bioteknologi yang disebut dengan Medicon Village, yaitu suatu unit yang berfungsi mempertemukan peneliti dan inventor dengan pengusaha yang berkolaborasi menciptakan nilai tambah," jelasnya.
Menurut keterangan mereka, sambung Syahrul Syarif, Medicon Village sendiri memiliki spesifikasi khusus yakni teknologi dan industri kesehatan. Motonya adalah To create value for people's health and well-being. Dengan fasilitas yg ada di Medicon Village tersebut perusahaan melakukan research dan development (R&D), sehingga mereka tidak perlu membangun R&D sendiri.
Sebaliknya para peneliti dan inventor mendapatkan pengusaha yang siap mengembang produk penelitian dalam skala industri. [fan]

