Aneh! Bukti Cukup, Tapi Polisi Justru Bebaskan Majikan "Kejam" Penyiksa Pembantu

Salomi, PRT yang disiksa dan dibuang majikannya di Pekanbaru
Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah ditangkap tim gabungan Polres Kampar dan Polda Riau pada akhir pekan lalu, CF, majikan "kejam" akhirnya dilepaskan beberapa jam kemudian. Polisi beralasan, CF dilepaskan karena polisi perlu melengkapi berkas perkara.
"Sudah (ditangkap). Tinggal menambah sedikit lagi, hasil forensik atau visum. Sekalian korban pemeriksaannya didampingi psikolog, biar konsisten," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau AKBP Surawan, Rabu (15/6/2016).
Saat ditanya apakah polisi belum cukup bukti dalam mengungkap kasus ini? Surawan mengatakan sudah cukup bukti, namun belum bisa menahannya.
"Sudah (cukup bukti). Tapi kita belum yakin untuk tahan," kata AKBP Surawan.
Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Bantuan Perlindungan Anak Riau (LB-PAR), Rosmaini menyesalkan sikap Polda Riau yang dinilai tidak melindungi masyarakat sebagaimana mestinya.
"Kita sangat kecewa. Sudah ditangkap tapi Polisi beralasan belum cukup bukti," ujar Rosmaini, Rabu (15/6/2016).
Padahal korban (Sal) sudah mengenali pelaku yang menganiayanya saat dikonfrontir dengan majikannya. Bahkan, mobil yang digunakan pelaku untuk membuang korban di pinggir jalan kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar, sama dengan mobil yang digunakan sang majikan (CF).
"Sejak dia (CF) diamankan Sabtu (11/6) kemarin, kita sudah kawal di Mapolda Riau. Berjam-jam kita di sini ikuti prosesnya. Korban juga bilang kalau dia itu (pelaku penganiayaan) adalah majikannya," kata Rose.
Setelah proses pemeriksaan terhadap CF sang majikan, dan dilakukan konfrontir dengan korban, polisi melepaskan CF dengan alasan belum cukup bukti.
"Tahu-tahunya dapat kabar ternyata yang bersangkutan belum ditahan," kata Rose.
Sejak siang tadi, Rose mengaku mendampingi korban di Mapolda untuk pemeriksan dan membuat berita acara pemeriksaan.
"Hari ini BAP, ada tambahan keterangan. Kan begini ya, bukti kekerasan fisik ada, dia (Sal) juga mengakui itu majikannya yang melakukan. Kita harapkan polisi bisa bersikap adil dalam kasus ini. Kita akan perjuangkan," kkata Rose
Senada dengan itu, Ketua Paguyuban Nusa Tenggara Timur di Pekanbaru Riau, Marcos yang juga mendampingi pihak LB-PAR mendesak polisi agar bersikap tegas. Pasalnya, kasus-kasus seperti ini bukan barang sekali dua kali terjadi di Riau. "Sudah sering ini. Kita minta penegak hukum tegas tegakkan keadilan," kata Marcos.
Jika tidak ditanggapi, Marcos mengancam akan mengambil langkah hukum selanjutnya guna mendapat keadilan bagi Rose.
"Kami mewakili masyarakat timur sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Salomi. Tidak digaji berbulan-bulan, dianiya dan diperlakukan secara tak pantas oleh majikannya," tandasnya.
Untuk diketahui, Sal merupakan pembantu rumah tangga asal Nusa Tengara Timur yang bekerja di Pekanbaru ditemukan warga di Siak Hulu dalam kondisi memperihatinkan, tubuhnya kurus dan sakit.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah memar di tubuh diduga bekas pukulan benda tumpul. Korban mengaku dianaya majikannya dan tidak digaji serta diperlakukan kurang layak. [pan]

