Napoli Mandek di Kandang, Gol McTominay Dianulir VAR dan Parma Bawa Pulang Satu Poin

Rasmus Hojlund dan Alessandro Circati berebut bola dalam laga Serie A antara Napoli vs Parma di Naples, 15 Januari 2026 (c) Alessandro Garofalo/LaPresse via AP
Beritariau.com - Napoli gagal memaksimalkan dominasi mereka saat menjamu Parma pada lanjutan Serie A 2025/2026. Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, pasukan Antonio Conte harus puas berbagi angka setelah laga berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Sejak menit awal, Napoli langsung mengambil alih kendali permainan. Penguasaan bola mencapai 67 persen menjadi cerminan betapa agresifnya tuan rumah menekan pertahanan Parma yang dikomandoi Carlos Cuesta. Namun, solidnya barisan belakang tim tamu membuat berbagai upaya Napoli berakhir sia-sia.
Momen krusial terjadi di babak pertama ketika Scott McTominay sempat membobol gawang Parma usai menyambar umpan Pasquale Mazzocchi. Sayangnya, kegembiraan publik Maradona hanya berlangsung singkat. VAR menganulir gol tersebut setelah Mazzocchi terperangkap offside dalam proses serangan.
Napoli terus menggempur lewat permainan sayap dan bola mati. Alessandro Buongiorno nyaris memecah kebuntuan lewat sundulan keras, sementara Rasmus Hojlund beberapa kali mengancam dari jarak dekat. Namun, kiper Parma Filippo Rinaldi tampil impresif dan menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus.
Memasuki babak kedua, tekanan Napoli tidak mengendur. Antonio Conte memasukkan sejumlah pemain ofensif untuk meningkatkan daya dobrak, termasuk David Neres dan Eljif Elmas. Meski begitu, rapatnya pertahanan Parma dan buruknya penyelesaian akhir membuat peluang demi peluang terbuang.
Parma sendiri nyaris sepenuhnya bertahan di paruh kedua dan bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Disiplin tinggi serta organisasi pertahanan yang solid membuat mereka sukses meredam serangan Napoli hingga lima menit masa injury time berakhir.
Hasil imbang ini membuat Napoli tetap tertahan di posisi ketiga klasemen dengan 40 poin dari 20 pertandingan. Sementara itu, Parma layak pulang dengan kepala tegak setelah berhasil mencuri satu poin berharga dari markas salah satu kandidat juara. (*)

