5 saksi bentrok berdarah di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru diperiksa

5 saksi bentrok berdarah di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru diperiksa

ilustrasi/net

Beritariau.com, Pekanbaru - Terkait bentrok berdarah antara 2 kubu massa dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT-IB)‎ Kota Pekanbaru dan warga Pekanbaru asal Indonesia Timur di Jalan Arifin Ahmad yang terjadi Sabtu (27/02/16) malam sekitar pukul 09.00 wib, petugas Polsek Bukit Raya, sudah memeriksa 5 orang saksi.‎

Kelima saksi yang mengaku mengetahui bentrok yang melukai Ketua LSM Pekat DPK Pekanbaru, Syafuddin dan Amri Bone itu, diantaranya merupakan warga sekitar lokasi bentrokan.‎

"Masih kita selidiki, pemeriksaan saksi," ujar Kapolsek, Kompol Ricky Richardo, Senin (29/02/16) siang.

Dijelaskannya, dalam proses penyidikan, pihaknya juga diback up oleh Polresta Pekanbaru. "Ya, kita di back Polresta dalam penyidikannya. Mudah-mudahan secepatnya tuntas," sambung dia.‎

Untuk upaya menghindari bentrokan susulan, aparat berwajib memastikan kalau pihaknya telah berkomunikasi dengan Ormas Pekat untuk sama-sama menjaga kondusifitas. ‎"Kita lakukan penggalangan, biarkan polisi yang memproses kasus tersebut," tegas Ricky.

Ia memastikan bahwa sampai hari ini kondisi Amri sudah mulai pulih, namun masih sulit untuk dimintai keterangan lantaran masih dalam perawatan dokter.

"Yang bersangkutan mengalami luka cukup parah di jari kiri," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, situasi pada Sabtu malam di Jalan Arifih Ahmad mencekam. Darah berceceran akibat bentrok massa yang diduga dipicu masalah hutang piutang. [red]‎