Pekanbaru makin rawan, 3 aksi pecah kaca mobil terjadi dalam sehari

ilustrasi/net
Beritariau.com, Pekanbaru - Kota Pekanbaru setiap hari makin rawan. Selain perampokan bersenjata api di siang bolong, begal dan jambret, aksi kejahatan spesialis pecah kaca mobil juga makin menjadi-jadi. Buktinya, dalam sehari, bahkan dalam hitungan jam, 3 unit mobil di lokasi berbeda disantroni maling. Dari 3 kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp109 Juta.
"Masih kita selidiki apakah pelakunya sama atau berbeda. Kasus ini juga sudah dilaporkan. Mudah-mudahan dapat segera tertangkap, karena kita juga sudah punya tim khusus," ungkap Kasat Reskrim, Kompol Bimo Ariyanto, Senin (29/02/16) siang.
Data yang dirangkum dari Polresta Pekanbaru, 3 kasus pecah kaca itu terjadi pada Minggu (29/02/16). Mobil yang diincar yang parkir di toko dan yang tepi jalan. Berikut laporan singkat 3 kejadian tersebut :
Pertama, atas laporan korban bernama Titin Agustin. Pada Minggu siang itu sekitar pukul 15.15 wib, Titin meninggalkan mobilnya di parkiran Alfamart Jalan Arifin Achmad, lantaran ingin berbelanja. Namun setelah kembali, kaca depan sebelah kiri sudah ringsek.
"Pelaku melarikan handphone dan uang Rp1 juta, kartu identitas dan surat kendaraan yang ada di dalam tas. Total kerugian Rp6 juta," urai Bimo.
Kejadi kedua, sekitar pukul 22.00 wib, terjadi pada mobil milik Irawan Cahyo Nugroho saat parkir di depan sebuah toko di Jalan Tuanku Tambusai, Kecamatan Sukajadi. Saat itu, Cahyo meninggalkan mobilnya untuk makan di pinggir jalan. Ketika kembali, kaca kiri mobil Avanza miliknya sudah pecah.
"Yang hilang diantaranya tas berisi dompet dan uang sekitar Rp11 juta, batu akik serta surat berharga dengan total kerugian Rp100 juta. Kemudian di jam yang sama aksi pecah kaca juga terjadi di Jalan Arengka II," beber Bimo lagi.
Ketiga, pelaku pecah kata menyatroni mobil korban bernama Monang, yang saat itu tengah memancing di bawah jembatan. Aksi mereka ini tergolong nekat, lantaran mobil ini posisinya diparkirkan tak jauh dari tempat Monang memancing. Saat kembali, Monang mendapati kaca tengah sudah pecah berantakan.
"Barang yang hilang berupa pakaian, surat tanah (SKGR dan SHM) dengan total kerugian Rp3 juta. Semua laporan tersebut tengah kita proses dan korban juga sudah kita mintai keterangannya," tegasnya.
Atas kejadian ini, Bimo meminta agar warga tak meninggalkan benda apapun di dalam mobil. [red]

