Waduh! Pekerja Kontraktor Perkantoran Tenayan Raya banyak abaikan Keselamatan Kerja

Ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Meskipun rentan dengan kecelakaan kerja, namun masih banyak pekerja dari kontraktor yang menggarap perkantoran Tenayan Raya, Pekanbaru mengabaikan keselamatan mereka.
Buktinya, dalam agenda meninjau lokasi perkantoran Tenayan Raya, Rabu (16/12) siang, rombongan Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru melihat langsung para pekerja PT Waskita dan PT Adhi Karya yang tak mengenakan helm proyek.
Ada enam titik lokasi gedung, dimana baru selesai tiga dari tujuh lantai yang akan dibangun. Dan temuan itu terlihat di semua titik. Para pekerja dengan santainya bekerja tanpa pengaman kepala.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel SH mengatakan bahwa pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kepada kontraktor agar selalu mengutamakan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja yang bekerja di proyek tersebut.
“Dan sekarang kami lihat masih banyak pekerja yang tidak memakai safety seperti helm pengaman. Tentu ini sangat membahayakan pekerja itu sendiri. Kami sudah meminta kepada perusahaan untuk mengingatkan kembali pekerja untuk menjaga keselamatan dalam bekerja,” kata Roni Amriel, usai meninjau lokasi perkantoran Tenayan Raya.
Menanggapi hal itu, Pilot Manager Adhi Karya, Agus Sulilo, saat ditemui dilokasi menyebutkan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengingatkan pekerja dalam hal keselamatan kerja. Dia sendiri mengaku sudah letih mengingatkan karena susah untuk merubah perilaku pekerja yang abai dengan keselamatannya.
“Setiap kesempatan selalu disampaikan pengaman seperti helm dilokasi proyek selalu digunakan, dan ini akan menjadi catatan kami,” jelasnya.
Gerah dengan sikap pekerja tersebut, Agus mengungkapkan bahwa pekerja yang ketahuan tidak memakai pengaman saat bekerja akan diberikan sanksi berupa pemotongan upah bekerja sebesar Rp60 ribu per satu kali pelanggaran.
“Besaran denda ini berlaku kepada pekerja yang tidak memakai pengaman saat bekerja, nanti akan kita potong langsung dari upah mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Cipta Karya Pekanbaru Zulkifli Harun juga mengaku kecewa atas ulah yang dilakukan para pekerja. Dia menegaskan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas dalam mengerjakan proyek perkantoran yang dibangun 6 titik tersebut.
“Secara pribadi kita sudah melihat banyak pekerja yang tidak memakai alat keselamatan seperti helm pengaman. Nanti akan kita evaluasi. Tapi kita yakin pihak kontraktor sudah menyediakan (safety) ini, pekerjanya saja yang memandang tidak perlu memakai pengaman dalam bekerja,” tutupnya. [bam]

