Distarubang Pekanbaru Jadi Sorotan Publik

Meski Kecewa Ada "Sesuatu", DPRD Pekanbaru Apresiasi Eksekusi Kos 70 Pintu

Penulis : user | Rabu, 20 Agustus 2014 - 16:17 WIB

| Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Meski menyambut baik eksekusi bangunan kos 70 pintu yang terletak di jalan Puyuh, Kecamatan Sukajadi Pekanbaru, Rabu (20/08/2014) tadi pagi hingga siang, Anggota Komisi I DPRD kota Pekanbaru, Adriyanto mengaku kecewa atas adanya intervensi Distarubang. [Baca : Ssstt..! Surat "Sakti" Distarubang Pekanbaru "Gantung" Eksekusi Kos 70 Pintu]

“Akhirnya roboh juga. Kalau dari kemarin-kemarin dibongkar kan enak. Saya tidak menuduh-nuduh siapa pihak yang bermain di bangunan ilegal tersebut,” kata Adriyanto, kepada Beritariau.com saat dikonfirmasi, Rabu (20/08/2014). Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini berterimakasih atas kinerja dari Satpol PP Pekanbaru.

Sebelumnya, Senin (26/05/2014), Pelaksana Tugas (Plt) Satpol PP Pekanbaru, Azharisman Rozie mengungkapkan bahwa tim yustisi membawa alat berat dan tim ahli bangunan untuk merobohkan bangunan kosan 70 pintu. Anehnya, rencana pembongkaran tersebut berujung tarik ulur antara Satpol PP dan pemilik bangunan.

Dalam pembongkaran itu, puluhan tenaga manusia yang tergabung dalam personil gabungan Satpol PP Pekanbaru langsung bergerak dan hanya membawa sebagian material bangunan yang melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB).

Rozie beralasan, hal itu dilakukan karena pemilik bangunan telah sepakat untuk membongkar sendiri bangunannya.

“Jadi setelah kita ngobrol dengan pemilik, katanya dia mau bongkar sendiri. Kita bawa sebagian alat material sebagai peringatan saja,” ungkap Rozie.

Anehnya, meski telah disegel, dari pantauan Jum'at (30/05/2014) lalu, aktivitas pekerja di bangunan kosan 70 pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kecamatan Sukajadi Pekanbaru, masih tetap berlanjut.

Jaiman, salah seorang pekerja di bangunan kos tersebut mengaku pekerjaan yang dilakoninya tersebut dilakukan atas dasar perintah pemilik.

“Ini instruksi ibu Maya (pemilik). Saya ini cuma pekerja mas. Nggak bisa ngapa-ngapain,” ucap Jaiman, saat ditemui di lokasi.

Saat ditanya bahwa bangunan ini akan dibongkar oleh Satpol PP Pekanbaru, Jaiman tak peduli. Karena pekerjaan yang dilakukannya hanya di belakang bangunan saja meski bangunan depan sudah disegel.

“Yang disegel kan yang di depan. Saya bekerja di belakang bangunan ini saja,” cetusnya dengan nada tinggi.

Melihat hal ini, saat itu, Anggota Komisi I DPRD kota Pekanbaru Adrianto terlihat geram. Pasalnya, dirinya mengaku dibohongi Satpol PP. Katanya, bangunan kos 70 pintu itu selesai dibongkar sebelum Ramadhan 1435 H.

“Yang benar-benar sajalah. Jangan main-mainkan saya. Saya ini wakil rakyat. Pemerintah jangan main-mainkan saya,” ucap Adrianto bernada emosi.

Pembongkaran bangunan kos 70 ini dilakukan berdasarkan surat dari Distarubang nomor : 650/DTRB/2014/70. Pemilik bangunan bernama Maya Mexitalia diminta untuk melakukan pembongkaran sendiri bangunannya karena telah menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sebelumnya, Distarubang juga telah melakukan penyegelan terhadap bangunan dengan menyurati pemilik per tanggal 23 Desember 2013 dengan surat bernomor : 650/DTRB/2013/556.

Sorotan terhadap Distarubang bukan kali ini saja, seperti diberitakan beberapa bulan lalu, hal serupa terjadi saat Satpol PP berencana menindak pembangunan gedung Telkom yang diduga belum mengantongi izin. Beberapa kali digertak Satpol PP selaku penegak Perda ini, pihak kontraktor pembangun gedung seakan tak peduli.

Usut punya usut, ternyata ada "orang dalam" di Distarubang sebagai "pengamanan" pembangunan tersebut. Parahnya lagi, oknum tersebut membawa-bawa nama Mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah.

Meski oknum tersebut telah diproses oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD), namun Herman sendiri belum pernah secara resmi membantah maupun menggugat aksi pencatutan nama yang dilakukan oknum Distarubang tersebut. Walikota Firdaus MT juga sempat meradang atas pencatutan nama Herman Abdullah, seniornya yang Ia gantikan sebagai Walikota. Bertindak cepat, Firdaus langsung mengamankan masalah tersebut. [red/bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :