Dikirim Beberapa Jam Sebelum Eksekusi

Ssstt..! Surat "Sakti" Distarubang Pekanbaru "Gantung" Eksekusi Kos 70 Pintu

Penulis : user | Rabu, 20 Agustus 2014 - 13:57 WIB

Pemilik Bangunan Membuat Surat Pernyataan | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Eksekusi bangunan kos 70 pintu di Jalan Puyuh, Kecamatan Sukajadi, yang berlangsung Rabu (20/08/2014) ternyata tidak sepenuhnya dilakukan. Dari 6 meter bangunan yang melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB) hanya 4 meter saja yang dieksekusi oleh pihak Satpol PP Pekanbaru.

Ratusan personil dari gabungan Tim Yustisi Pekanbaru tiba di lokasi sejak pagi sekitar pukul 08:30 WIB. Dengan membawa alat berat jenis ekskavator, tim mulai melakukan pembongkaran, setelah sebelumya sempat melakukan pertemuan dengan pihak pemilik bangunan.


Alat Ekskavator Mulai Melakukan Pembokaran | Beritariau.com 2014

Anehnya, eksekusi yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari tersebut seakan sudah "dikondisikan" antara si pemilik bangunan dengan Dinas Tata Ruang Bangunan (Distarubang) Kota Pekanbaru.

Pasalnya, sebelum melakukan pemotongan Satpol PP Pekanbaru menerima surat dari Distarubang, yang berisikan pemberian dispensasi agar tidak seluruhnya bangunan yang melanggar GSB itu dieksekusi.

"Hari ini sesuai janji saya, Tim Yustisi melakukan pembongkaran. Nah karena ada surat dari Tata Kota (Distarubang, red) bahwa mereka memberikan dispensasi sepanjang 4 meter. Suratnya tadi pagi kita terima. Kalau mau tau kenapa ada dispensasi, tanya sama Distarubang," ujar Plt Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru, Azharisman Rozie, saat memimpin pembongkaran.


Plt Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru, Azharisman Rozie Menjelaskan Proses Eksekusi kepada Media di Lokasi | Beritariau.com 2014

Eksekusi yang tidak maksimal itu, turut disesalkan warga sekitar. Karena menurut informasi yang diperoleh, sejak awal pembangunan kos, si pemilik sama sekali tidak pernah melakukan sosialisasi.

"Pekerjanya juga tidak ada dari warga tempatan. Belum lagi limbah pekerjaan bangunan berceceran ke bangunan sekitar. Jangan seperti inilah pemerintah. Kok ada istilah dispensasi," kata E (57) dengan nada kesal.

Pantauan di lapangan, saat eksekusi, beberapa orang pegawai Distarubang terlihat duduk-duduk di Jalan Puyuh di samping sebuah rumah makan, sekitar 15 meter dari jalan Tuanku Tambusai. Terlihat mereka memantau eksekusi bangunan tersebut dari jarak jauh. Saat eksekusi hampir selesai, mereka tak terlihat lagi.

Sementara itu, terkait adanya pemberiaan dispensasi, Kadis Tarubang Pekanbaru, Firdaus Ces, sama sekali tidak dapat dijumpai di ruang kerjanya. Bahkan saat beritariau.com mencoba menghubungi, beliau tidak mengangkat.

"Oh maaf, saya tidak berani menjawab masalah itu. Tanya langsung sama Pak Kadis, saya tidak bisa berkomentar," elak Kabid Pendataan Distarubang Pekanbaru, Taufik Azhari.

Maka untuk bangunan tersebut, si pemilik kos yang diwakili Jefri, telah membuat surat pernyataan, yang berisi pihaknya akan membongkar sisa 2 meter lagi, terhitung sejak hari ini hingga minggu kedua bulan September. [Nof]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :