Warga : Desa Ini Kayak Zaman Belanda

Kisah si Dukun di Inhu yang Tak Mau Lepas Jabatan Kades

Kisah si Dukun di Inhu yang Tak Mau Lepas Jabatan Kades

Ilustrasi Kepala Desa | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Rengat - Selama 12 tahun atau 2 periode, Batin Tiau menjabat Kepala Desa (Kades) Talang Sei Lima kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau. Dia tak rela melepaskan jabatan Kades itu meski tidak bisa tulis baca.

Karena masa jabatan hanya dua priode di Desa Sei Lima, Tiau berupaya memekarkan desanya dan berhasil menjadi desa Talang Sukamaju, dan Tiau kembali memangku jabatan Kades di desa yang baru dimekarkannya itu.

Demikian dibeberkan Diston dan Suheri bersama warga Talang Sukamaju lainnya kepada wartawan Minggu (17/08/2014).

Menurut warga, Batin Tiau tidak menyadari bahwa perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi (Imtek) yang begitu pesat kemajuannya. Sama halnya dengan pembauran penduduk di desa yang dipimpinnya. Terlebih berdirinya sejumlah perusahaan perkebunan di desa tersebut.

"Selama kurun waktu kepemimpinan Batin Tiau menjadi Kepala Desa Talang Sei Limau, keberadaan masyarakat desa tersebut seperti merasa pada zaman penjajahan Belanda," ujar Suheri.

Masyarakat juga merasa tidak adanya bantuan Pemerintah yang mengalir ke desa mereka, karena warga Talang Mamak yang masih tabu terhadap peraturan dan masih dihantui serba ketakutan, terlebih kepada Batin Tiau yang dikenal orang pintar atau Dukun itu.

Menurut Suheri, sejak adanya yang namanya bantuan Beras Miskin (Raskin) dari Pemerintah terhadap warga desa Talang Sei Limau, tidak sebutirpun raskin itu yang dibagikan kepada masyarakat, hal ini membuat warga bertanya dalam hati, namun tidak berani menanyakan hal tersebut kepada pemimpin di desanya itu.

Mesti Kades Tiau yang sudah hampir habis masa jabatannya selaku Kades Talang Sukamaju dan merupakan Kades yang ketiga periode setelah 2 periode menjadi Kades Talang Sei Limau.

"Batin Tiau masih menginginkan menjadi Kades Talang Sukamaju untuk yang kedua periodenya, namun dibatasi dengan tidak lengkapnya administrasi berupa ijazah dan tidak bisa tulis baca," terang Suheri.

Tak ingin jabatan Kades direbut orang lain, Batin Tiau mengajukan cucunya bernama Kicok yang tamat SMP untuk menggantikannya, dengan alasan jabatan Kades harus dari suku Talang Mamak, meski mendapat tantangan dari sejumlah warga.

"Mau bagaimana lagi, meski protes masyarakat tidak berani memberontak," pungkasnya. [pan]

Tags :# politik