Ternyata Halte Dibangun Tanpa Studi Kelayakan

Halte Semrawut dan Tak Inovatif, Roni Amriel : Jangan Niru-niru Daerah Lain !

Penulis : user | Selasa, 19 Agustus 2014 - 17:35 WIB

KOSONG - Kondisi Halte Trans Metro Pekanbaru di Jalan Arifin Achmad yang Mengarah ke Jalan Sudirman dekat Simpang Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru yang Rusak dan Kosong Tanpa Calon Penumpang | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel mengungkapkan, pembangunan halte transportasi Trans Metro Pekanbaru (TMP) tidak melakukan kajian studi kelayakan. Menurutnya, dengan jumlah 75 armada bus, harusnya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak setengah-setengah. Belum lagi kondisinya yang semrawut.

“Harusnya diimbangi sehingga tidak menyulitkan masyarakat,” kata politisi dari Partai Golkar ini, saat ditemui di DPRD kota Pekanbaru, Selasa (19/08/2014).

Dikatakannya lagi, kenyamanan untuk masyarakat harus diberikan dengan pelayanan ekstra. Salah satunya adalah dengan membangun kelengkapan fasilitas berupa toilet mini di halte bus.

“Bikinlah halte yang representatif. Bisa bermanfaat untuk masyarakat. Ada fasilitas umumnya. Jangan niru-niru daerah lain. Harus inovatif,” ungkap Roni.

Demi kelancaran dan tidak terkesan menjadi proyek amburadul, Roni menyebutkan agar dalam pembangunan halte dan perbaikan halte yang ada harus melibatkan semua pihak. Dasar itu menjadi tolak ukur halte telah dilakukan studi kelayakan.

“Kita lihat saja sekarang halte TMP yang permanen saja banyak yang hancur. Yang halte portable dicoret-coret. Dishub pun tidak ada melakukan pengawasan,” cetusnya.



Seperti diketahui, saat ini, Halte Trans Metro Pekanbaru tampak mulai semrawut. Terpantau, beberapa diantara sudah robek, dicoret bahkan tidak dibuka sama sekali. Sejumlah pihak mempertanyakan kegiatan yang dilakukan oleh konsultan perencanaan tersebut.

"Yang sering ada disitu (Halte) kayaknya bukan penumpang. Ada yang pacaran, numpang nongkrong sambil merokok. Pernah juga gelandangan tidur di situ. Ini semua sia-sia," kata Agus (31), warga kecamatan Marpoyan Damai yang ditemui di dekat Halte Jalan Arifin Achmad yang mengarah ke Jalan Sudirman Pekanbaru.

Dana Milyaran Rupiah yang telah digelontorkan untuk pengadaan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) termasuk Halte sebagai salah satu fasilitas. Namun, kondisi Halte yang nampaknya enggan disinggahi masyarakat ini, makin semrawut.

Dari data yang dihimpun, untuk pada anggaran tahun 2013, Pembangunan Halte TMP Permanen dan Halte Portable melalui Dinas Pehubungan dan Informatika Kota Pekanbaru telah menelan biaya sebanyak Rp. 4.593.279.000 yang dikerjakan oleh PT Gerbang Mas Indratama selaku pemenang lelang. [bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :