2 Tahun Jadi Walikota Pekanbaru, Kinerja Firdaus MT Nol Besar

2 Tahun Jadi Walikota Pekanbaru, Kinerja Firdaus MT Nol Besar

Halte Bus Trans Metro Nampak Kosong dan Terkunci | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Dua tahun sudah jabatan yang diduduki Firdaus ST MT sebagai walikota Pekanbaru, namun belum ada terlihat hasil kerja dan janji manisnya yang dulu pernah diumbar ke masyarakat agar memilihnya saat pencalonan. Alhasil, masyarakat berkeluh kesah atas kondisi kota Pekanbaru.

Ayat Cahyadi sebagai wakil Walikota Pekanbaru pun tidak dapat berbuat banyak mendampingi Firdaus. Kedua pasangan orang nomor 1 di Pekanbaru ini hanya menikmati uang negara sebagai gaji bulanannya saja dan menyikut sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dari lapak sebelumnya.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Monitoring Development (IMD) Raja Adnan, Senin (18/08/2014) mengatakan, selama dua tahun menjabat Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT tidak menunjukkan hasil kerjanya. Menurutnya, kinerja Firdaus dinilai Nol besar.

"Jangankan hasil kerja atau programnya, meneruskan pekerjaan yang sudah ada pun tidak bisa," kata Raja Adnan.

Menurut Raja Adnan, pasangan Firdaus dan Ayat Cahyadi sebagai pemimpin di Kota Pekanbaru hanya memakan gaji buta saja. Tidak seperti kepala daerah lainnya yang ada di Riau.

"Sebagai contoh, Halte Bus di Pekanbaru banyak yang rusak, kaca-kacanya pecah, bau busuk, hal seperti ini saja tidak diperhatikan, padahal sangat berdampak buruk," cetus Raja Adnan.

Tak hanya itu, sambung Raja Adnan, jalanan di Kota Pekanbaru yang sebelumnya bagus menjadi rusak, ini juga belum ada perbaikan. "Jangan membuat jalan baru, jalan lama yang rusak saja tidak diperbaiki," keluh Raja Adnan.

Ali, warga Panam, Senin (18/08/2014) mengaku belum melihat bentuk hasil kinerja Firdaus dalam membangun Kota Pekanbaru, bahkan seribu janji yang diumbarnya saat kampanye hanya isapan jempol.

"Janji Pak Firdaus saat kampanye dulu sangat bagus, bahkan membuat kami terpesona sehingga memilihnya demi kemakmuran warga, tapi realisasinya belum kelihatan," kata Ali diikuti anggukan warga lainnya.

Tak hanya itu, Firdaus yang juga pernah menjanjikan kemakmuran kepada para pedagang di Pekanbaru malah mendapat serangan demo dari para pedagang kaki lima, tanpa kompromi dengan warga, Firdaus memerintahkan pasukan Pamong Prajanya untuk menggusur sejumlah pedagang dan memberi izin kepada pedang besar seperti Indomaret dan Alfamart untuk menindas pedang kecil.

"Pak Firdaus janji akan memberi rasa aman dan memakmurkan kami, tapi kami malah digusur, padahal hanya berdagang lah penghasilan kami, itu pun berdagang kecil-kecilan demi hidup keluarga kami," kata Taufik, salah seorang pedagang di Panam.

Tags :# politik