Bupati Asmar Tegaskan Duta GenRe Tak Boleh Berhenti di Gelar: Harus Jadi Teladan dan Penggerak Remaj

Bupati Asmar Tegaskan Duta GenRe Tak Boleh Berhenti di Gelar: Harus Jadi Teladan dan Penggerak Remaj

Beritariau.com, Meranti -- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menegaskan para Duta Generasi Berencana (GenRe) tidak boleh berhenti pada gelar dan selempang. Mereka harus tampil sebagai teladan sekaligus penggerak bagi remaja dalam mempersiapkan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Asmar saat menutup Grand Final Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Kabupaten Kepulauan Meranti di Ballroom Afifa, Jalan Banglas, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Asmar, kualitas generasi muda hari ini akan ikut menentukan arah pembangunan dan masa depan Kepulauan Meranti. Karena itu, program GenRe harus mampu menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus wadah bagi remaja untuk mengembangkan potensi diri.

"Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan," ujar Asmar.

Dalam ajang tersebut, Frizzy Azka Kurniawan dari PIK-R Prosteen SMAN 1 Tebing Tinggi terpilih sebagai Duta GenRe Putra. Sementara Febi Fatmawati dari PIK-R Army SMAN 3 Tebing Tinggi terpilih sebagai Duta GenRe Putri.

Untuk kategori junior, Duta GenRe Junior Putra diraih Farhan Yanda dari PIK-R Positif SMPN 2 Tebing Tinggi. Sedangkan Duta GenRe Junior Putri diraih Naura Syakira Vienya dari PIK-R B-Three SMPN 1 Tebing Tinggi.

Asmar mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan maupun pemilihan duta. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi sarana bagi generasi muda untuk melatih karakter, kreativitas, keberanian, sekaligus kemampuan merencanakan masa depan.

Remaja Dihadapkan Berbagai Tantangan

Asmar mengingatkan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial membawa tantangan tersendiri bagi remaja.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang dapat berdampak terhadap masa depan generasi muda, di antaranya pergaulan tidak sehat, penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, pernikahan pada usia yang belum siap, hingga pengaruh negatif media sosial dan lingkungan pergaulan.

"Hal ini tidak boleh kita anggap sepele. Satu keputusan yang keliru pada masa muda dapat memberikan dampak panjang terhadap pendidikan, kesehatan, kehidupan keluarga, bahkan masa depan seseorang," katanya.

Karena itu, remaja tidak cukup hanya dibekali pengetahuan. Mereka juga membutuhkan penguatan karakter, nilai agama, kemampuan mengambil keputusan, serta lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.

Dalam kondisi tersebut, Asmar menilai keberadaan GenRe memiliki peran penting untuk membantu remaja merencanakan pendidikan, karier, kehidupan berkeluarga, hingga masa depan secara lebih matang.

"Duta GenRe harus menjadi teladan. Harus mampu menginspirasi. Dan harus berani menyampaikan pesan positif kepada teman-teman sebaya," tegasnya.

Ia meminta gerakan GenRe tidak hanya berkutat pada kampanye menjauhi perilaku negatif. Remaja, kata Asmar, juga harus mendapatkan ruang untuk berkarya, berprestasi, berorganisasi, berolahraga, mengembangkan kreativitas dan mengejar cita-cita.

Generasi muda Meranti diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu memanfaatkannya untuk menciptakan karya, membuka peluang dan ikut menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah.

"Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan positif bagi anak-anak kita. Bergandeng tangan menghadapi tantangan zaman," ajaknya.

Masa Depan Meranti Ditentukan Generasi Muda

Asmar menegaskan pembinaan generasi muda bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.

"Menjaga generasi muda bukan hanya tugas pemerintah. Menjaga generasi muda adalah tanggung jawab kita semua," ujarnya.

Di penghujung sambutannya, Asmar mengingatkan bahwa masa depan Kepulauan Meranti turut ditentukan oleh kualitas generasi mudanya saat ini.

Ia mengajak seluruh remaja untuk terus berkarya, berprestasi, menjaga diri, menjaga pergaulan dan mempersiapkan masa depan.

"Cerah dan gemilangnya nasib Kepulauan Meranti di masa depan salah satunya ditentukan dengan kualitas para remajanya saat ini. Dengan serumpun GenRe beraksi, takkan Melayu hilang di bumi. Teruslah semangat berkarya. Teruslah berprestasi. Jaga diri, jaga pergaulan, dan jaga masa depan," pungkas Asmar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kepulauan Meranti, Ketua TP PKK Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, sejumlah kepala OPD, Ketua IBI Cabang Kepulauan Meranti, para pembina PIK-R, Ketua Forum Anak Kabupaten Kepulauan Meranti serta Ketua Forum GenRe Meranti beserta jajaran. (*)