Batik Khas Kampar Dibidik Perlindungan Hak Cipta, Bupati Ahmad Yuzar: Ini Identitas Budaya Daerah

Beritariau.com, Bangkinang -- Pemerintah Kabupaten Kampar tak ingin motif batik khas daerah hanya berkembang sebagai produk kerajinan tanpa memiliki perlindungan hukum.
Sempena Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Pemkab Kampar mendorong pendataan sekaligus pendaftaran hak cipta terhadap motif-motif batik khas Kampar. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kekayaan intelektual sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar mengatakan Kampar memiliki potensi batik yang cukup besar. Motif dan karakter yang berkembang di kalangan pembatik dinilai memiliki kekhasan yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Menurutnya, keberadaan pembatik dan rumah batik di Kampar juga perlu mendapat dukungan agar mampu meningkatkan kualitas produksi, memiliki daya saing, serta memperoleh kepastian hukum atas karya yang dihasilkan.
“Batik khas Kampar bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah. Karena itu, kita harus menjaga, mengembangkan sekaligus memberikan perlindungan terhadap motif-motif batik khas Kampar,” ujar Ahmad Yuzar, Jumat (2/10/2026).
Motif Batik Tak Boleh Kehilangan Perlindungan
Salah satu langkah yang didorong Pemkab Kampar adalah melakukan pendataan terhadap rumah batik yang ada di wilayah tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memfasilitasi pendaftaran hak cipta terhadap motif-motif yang menjadi kekhasan batik Kampar.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Kampar, Dekranasda, para pengrajin dan rumah batik, bersama Kementerian Hukum melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau.
Ahmad Yuzar menyebut perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam pengembangan industri batik daerah. Dengan adanya perlindungan hak cipta, karya para pengrajin memiliki dasar hukum dan penggunaan motif dapat lebih terjaga.
“Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga kekayaan intelektual dan melestarikan warisan budaya daerah. Dengan adanya perlindungan hak cipta, para pengrajin memiliki kepastian hukum dan motif khas Kampar dapat terlindungi dari penggunaan tanpa izin,” jelasnya.
Ia berharap seluruh motif yang memiliki kekhasan serta nilai budaya Kampar dapat terdata secara baik. Motif-motif tersebut selanjutnya diharapkan secara bertahap memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.
Dengan demikian, pengembangan batik Kampar tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi dan pemasaran. Aspek pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari pengembangannya.
“Melalui kolaborasi pemerintah, Dekranasda, para pengrajin, rumah batik dan Kementerian Hukum Riau, kita berharap seluruh potensi motif batik khas Kampar dapat terdata dan mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual,” tegas Ahmad Yuzar.
“Dengan demikian, batik Kampar tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga menjadi identitas budaya dan kebanggaan masyarakat Kampar yang memiliki nilai ekonomi sekaligus perlindungan hukum,” sambungnya.
Tinjau Enam Rumah Batik
Momentum Hari Batik Nasional juga dimanfaatkan Bupati Kampar untuk melihat langsung perkembangan industri batik di daerah tersebut.
Ahmad Yuzar meninjau enam rumah batik yang tersebar di sejumlah lokasi di Kabupaten Kampar. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas produksi, kreativitas para pembatik serta potensi pengembangan batik khas Kampar.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar didampingi Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar Edward, S.E., M.Si. yang juga Ketua Harian Dekranasda Kampar.
Turut mendampingi Aditya dan Rani selaku Analis Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum Riau, Sekretaris Dekranasda Kampar Agusni Mariani, Bendahara Dekranasda Kampar Mesissya Assegaf serta jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Kampar.
Ahmad Yuzar berharap Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan semangat para pembatik dalam berkarya sekaligus memperkuat kualitas produk.
Pemkab Kampar, kata dia, akan terus mendorong agar batik khas Kampar berkembang, semakin dikenal luas dan mampu menjadi salah satu bagian dari kekuatan industri kreatif serta kerajinan daerah. (*)

