Pemko Pekanbaru Tebar 3.000 Bibit Cabai, Dasawisma Disiapkan Jadi Garda Ketahanan Pangan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menggerakkan Dasawisma di 15 kecamatan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Sekitar 3.000 bibit cabai dibagikan agar lahan tidur dan pekarangan rumah bisa dimanfaatkan menjadi sumber pangan.
Penyerahan ribuan bibit tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Ketua TP PKK Sulastri Agung dan Ketua I TP PKK Sari Rahmawati.
Penyerahan berlangsung dalam rangkaian launching Sistem Layanan Laporan Posyandu di rumah dinas Wali Kota Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani, Kamis (1/10/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru Mahyuddin mengatakan, pembagian bibit cabai tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Agung Nugroho untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga.
Menurutnya, Dasawisma memiliki peran penting karena dapat menggerakkan pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif, termasuk pekarangan rumah.
"Makanya hari ini kita membagikan bibit cabai kepada seluruh Dasawisma. Ada sekitar 3 ribu bibit cabai yang tadi dibagikan oleh bapak wali kota bersama wakil wali kota," ungkap Mahyuddin.
Ia berharap bibit tersebut tidak sekadar dibagikan, tetapi benar-benar ditanam dan dirawat sehingga memberikan hasil yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Antisipasi Harga Cabai Naik
Program penanaman cabai melalui Dasawisma tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Pemko Pekanbaru juga menjadikan gerakan tersebut sebagai salah satu langkah untuk membantu pengendalian inflasi, khususnya menghadapi potensi kenaikan harga cabai.
Mahyuddin menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas yang harganya kerap mengalami kenaikan pada periode tertentu. Karena itu, produksi dari pekarangan rumah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan secara mandiri.
Bibit yang ditanam ditargetkan mulai menghasilkan dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga bulan.
"Sehingga ketika terjadi kenaikan harga cabai, warga sudah bisa menghasilkan sendiri. Karena biasanya harga cabai ini mengalami kenaikan setiap tahunnya sekitar bulan 11 dan 12 (November-desember)," jelasnya.
Dengan program tersebut, Pemko Pekanbaru mendorong Dasawisma tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan berbasis keluarga.
Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman cabai diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga sekaligus mendukung langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kota Pekanbaru. (*)

