Polisi Ungkap Pelaku Korban Tabrak Lari di SM Amin, Pelakunya Merupakan Supir Travel

Pelaku saat diamankan polisi
Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan lalu lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru berhasil menangkap pelaku yang menewaskan mahasiswa, Rafi (25) korban tabrak lari di Jl. SM Amin, Kamis (4/5/2023), pagi hari.
Pelaku terungkap usai Polisi mempelajari dan menganalisa rekaman video melalui kamera Electronic Ttraffic Law Enforcement (ETLE) di sekitar lokasi.
Dilokasi polisi menemukan bukti berupa pecahan kaca. Pelaku menggunakan kendaraan berwarna hitam merk Toyota Calya dengan nopol BM1992PS.
Kombespol Jefri P Siagian menyebutkan, pelaku merupakan inisial RAP ditangkap Jumat (12/5/2023). RAP sempat berpindah-pindah tempat saat polisi melakukan pengejaran.
Pelaku juga sempat menempeli stiker dan merubah beberapa kondisi mobilnya agar tidak dapat dikenali.
"Ia ditangkap di labuhan batu Sumatera Utara, pelaku mengaku perbuatannya," kata Jefri didampingi Kasat Lantas Kompol Birgita Atvina Wijayanti, Senin (15/5/2023).
Menurut kondisi menyebutkan kejadian itu terjadi dinihari. RAP merupakan supir travel pada saat itu menuju ke Rohul hendak mengantar penumpang.
Pelaku mengaku sedang mengantuk hingga menabrak korban yang saat itu hendak menyebrang. Ia mengaku tidak mengetahui jika korbannya meninggal. Merasa ketakutan, ia pun kabur untuk menghindari amukan dari warga.
Pelaku disangkakan pasal 310 ayat 4 dan UU no 22 thn 2009 lalu lintas, yang menyebabkan korban nya meninggal dunia.
Diberitakan sebelumnya Rafi (25) seorang mahasiswa ditemukan tewas di pinggir jalan SM Amin Kota Pekanbaru. Kondisinya mengenaskan dengan tubuh bersimbah darah.
"Korban merupakan mahasiswa, berasal dari Kabupaten Damasraya Provinsi Sumatera Barat. Petugas sedang olah TKP," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan Kamis (4/5).
Andrie menjelaskan, pihaknya mendatangi lokasi temuan setelah Babhinkamtibmas Sungai Sibam mendapat laporan dari warga. Masyarakat sekitar pun geger atas temuan itu.
"Kami mendapat laporan bahwa ada temuan seseorang laki-laki di pinggir jalan yang telah meninggal dunia," kata Andrie.
Untuk memastikan, polisi lalu melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad pria tersebut. Di lokasi polisi juga menemukan serpihan kaca dan serpihan benda lainnya.
"Dari TKP ditemukan pecahan kaca spion mobil, pecahan-pecahan lampu mobil lainya, dompet, sendal, KTP, Atm Mandiri Gold dan Mandiri GPN," ucap Andrie.
Andrie belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena masih membutuhkan proses otopsi dan visum. Karena itu, jasad korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau.
"Untuk penyebab kematian belum diketahui, sementara mau dilakukan visum dan otopsi dulu," pungkas perwira menengah jebolan Akpol 2007 itu. (*)

