Polda Catat Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik Tahun 2023 di Riau Turun 38 Persen

Polda Catat Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik Tahun 2023 di Riau Turun 38 Persen

Kapolda Riau Irjen M Iqbal. ©2023 Merdeka.com

Beritariau.com, Pekanbaru - Angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran tahun 2023 di Provinsi Riau sebanyak 11 kasus, turun 38 persen dari tahun 2022 sebanyak 24 kasus. Angka ini berdasarkan data Kepolisian Daerah (Polda) Riau selama Operasi Tertib Ramadan dengan sandi Operasi Ketupat Lancang Kuning 2023, dimulai tanggal 18 April sampai dengan 1 Mei 2023.

Sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2023, Polda Riau dan jajaran juga melaksanakan Operasi Cipta Kondisi yang berlangsung pada tanggal 17 Maret sampai 15 April 2023.

Dari hasil pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi tersebut, Polda Riau dan Polres jajaran berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu 83.271,24 gram, ekstasi 55.456.00 butir, H-five 531.00 dan knalpot brong 2.503 buah.

Selanjutnya di akhir pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi jelang Ramadan tersebut, Polda Riau melakukan pemusnahan barang bukti narkoba, minuman keras dan knalpot brong hasil Operasi Cipta Kondisi menjelang Bulan Suci Ramadhan 1444 H di halaman kantor Gubernur Riau.

Data yang berhasil dihimpun Biro Ops Polda Riau, terjadi penurunan gangguan kamtibmas. Berdasarkan data operasi ketupat tahun 2022, terdapat 231 laporan sedangkan di tahun 2023 terdapat 213 laporan hal ini terdapat penurunan sebesar 8 persen.

Untuk data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2022 jumlah kejadian sebanyak 24 kasus, tahun 2023 sebanyak 11 kasus mengalami penurunan sebesar 38 persen. Korban meninggal dunia tahun 2022 sebanyak 13 orang, tahun 2023 sebanyak 11 orang mengalami penurunan sebesar 15 persen.

Korban luka berat tahun 2022 sebanyak 13 orang, tahun 2023 sebanyak delapan orang mengalami penurunan 38 persen. Korban luka ringan tahun 2022 sebanyak 25 orang, tahun 2023 sebanyak 22 orang mengalami penurunan 12 persen, dan kerugian materil tahun 2022 sebesar Rp141.900.000, tahun 2023 sebesar Rp171.500.000 mengalami kenaikan sebesar 21 persen.

"Kita dari awal Polda Riau dan jajaran melakukan langkah-langkah proaktif dengan mengadakan terobosan kreatif yaitu melaksanakan Operasi Cipta Kondisi. Upaya yang dilakukan agar gangguan kamtibmas dapat diminimalisir dengan tujuan masyarakat yang muslim lebih khusyuk menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan yang penuh maghfirah ini," ucap Kapolda Riau Irjen M Iqbal di Pekanbaru, Rabu (3/5).

Menurut Iqbal, kepolisian melakukan razia premanisme sebelum bulan Ramadan, razia narkoba, razia senjata tajam, senjata api, razia knalpot brong, agar tidak ada kebut-kebutan yang dapat mengganggu khususnya bulan Ramadan.

"Dan itu sudah dipublikasikan di media dengan simbol bahwa Polda Riau siap untuk menciptakan kekhusyukan bagi umat Muslim pada bulan Ramadan," jelasnya.

Iqbal juga menegaskan, dengan kegiatan Operasi Tertib Ramadan, banyak polisi-polisi yang berada di musala dan masjid untuk melakukan penjagaan.

Selain itu juga banyak polisi patroli sepeda, patroli jalan kaki, patroli roda dua, roda empat, untuk menjaga masyarakat yang ingin belanja di pasar-pasar pusat perekonomian.

"Baik pada saat tarawih juga ada polisi yang pakai kopiah, sambil beribadah juga mengamankan pelaksanaan salat tarawih sampai dengan sahur. Polisi juga mengamankan itu," katanya.

Saat Operasi Tertib Ramadan berakhir dilanjutkan dengan Operasi Ketupat, pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu dikuatkan untuk fokus kepada persiapan pengamanan Idulfitri, mengamankan pada pusat perekonomian dan mengamankan rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik

"Hal itu untuk menekan tingkat Laka, Ditlantas Polda Riau melakukan kegiatan pengecekan uji kadar alkohol dan narkoba, serta cek kesehatan bagi pengemudi bus umum yang laksankan perjalanan mudik," terang Iqbal.

Kemudian kegiatan strong point daerah rawan laka lantas, daerah rawan kemacetan, dengan pos pengamanan terpadu Polda Riau dan seluruh stakeholder melakukan penjagaan, pengaturan, patroli dan imbauan-imbauan sehingga kecelakaan dapat ditekan, kemacetan dapat terurai, bahkan ada ide-ide kreatif lainnya.

Polda Riau dan jajaran juga memberikan bantuan kemanusiaan untuk Negeri. Bantuan tersebut didistribusikan oleh para Bhabinkamtibmas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada saat H-4 Lebaran, Polda Riau juga menggagas mudik gratis. Ratusan masyarakat difasilitasi, dikawal, pakai mobil patroli polisi sampai tujuan. (*)