Pembacaan Pledoi Sidang Pasar Simpang Baru

Pengacara Tolak Tuntutan Jaksa Terkait Kasus Dugaan Pemerasan

Sidang pembacaan Pledoi dugaan Pemerasan dan Pengancaman ketiga terdakwa dugaan pemerasan dan pengancaman yakni, Rio Rahman alias Rio Bin Alm Yasman, Deril, dan Aulia di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Beritariau.com, Pekanbaru – Pengadilan Negeri Pekanbaru, menggelar sidang lanjutan kasus dugaan Pemerasan dan Pengancaman ketiga terdakwa yakni, Rio Rahman alias Rio Bin Alm Yasman beserta Deril, dan Aulia, pada Senin (10/01/2022) kemarin.

Sidang kemarin beragendakan pembacaan Pledoi atau pembelaan oleh Kuasa hukum terdakwa terhadap tuntutan JPU. Dalam sidang sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut hukuman 10 (sepuluh) bulan penjara.

“Saksi dari Desi Ratna Sari yang merupakan pelapor atas hancurnya meja miliknya. Padahal fakta persidangan dari saksi bahwa, yang melakukan pengerusakan meja tersebut merupakan keluarga dari pelapor sendiri,” terang Guntur.

Guntur menjelaskan, sesuai fakta persidangan sudah jelas bahwa keterangan saksi dihadirkan di JPU, tidak dapat membuktikan tindak pidana yang dilakukan kliennya.

“Karena itu, Pledoi yang kami bacakan adalah untuk membantah semua tuduhan,” ungkap Guntur.

Kepada majelis hakim, Guntur juga meminta agar menolak semua tuntutan JPU, terhadap ketiga kliennya yang dalam objek perkara yang sama yakni Pasar Simpang Baru Panam.

“Kami meminta kepada Majelis Hakim untuk membebaskan klien kami dan membatalkan semua tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa demi keadilan hukum dan penegakkan hukum,” pinta Guntur.

Mendengar permintaan itu, Ketua Majelis Hakim mengatakan, akan melakukan putusan terhadap Rio Rahman yang diagendakan pada hari Jumat, (14/01/2022). Sedangkan Deril dan Aulia dengan agenda Replik-Dupllik.

“Mengingat masa penahanan Rio Rahman selesai pada tanggal 24 Januari 2022, maka sidang Putusan dipercepat,” kata Hakim Ketua menutup.***