Dikabarkan Atensi Kejagung, Kasus Kadis ESDM Riau Ditangani Kejari Kuansing

Tersangka Kasus Bimtek Kabupaten Kuansin | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Dinas Engeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman ditetapkan sebagai Tersangka Dalam perkara rasuah saat dia bertugas di Kabupaten Kuantan Singingi.

Usai diperiksa sebagai saksi beberapa jam sebelumnya, Kejari Kuansing langsung menetapkan Indra Agus sebagai Tersangka atas keterlibatannya dugaan korupsi pada kegiatan Bimtek dan Pembinaan Bidang Pertambangan serta akselerasi ke Provinsi Bangka Belitung di Dinas ESDM Kabupaten Kuansing tahun 2013-2014. Kegiatan tersebut disinyalir fiktif.

Beredar kabar, kasus ini menjadi Atensi Kejaksaan Agung.

Kasipenkum Kejati Riau Marvelous, tidak menampik terkait penetapan tersangka terhadap Indra Agus.

"Kejari Kuansing," kata Marvel kepada Beritariau.com pada hari Selasa (12/10/2021), dalam pesan tertulis.

Seperti diberitakan, Jaksa penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing, Menetapkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Dalam keterangannya, Kepala Kejari Kuansing, Hadiman mengatakan, sebelum resmi ditahan. Indra terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WIB, dengan status sebagai saksi.

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, Jaksa langsung melakukan pemeriksaan Indra sebagai tersangka, yang turut didampingi penasehat hukumnya.

"Beliau ditetapkan tersangka, setelah penyidik memperoleh dua alat bukti yang cukup," ungkap Hadiman.

Menurut hasil penyidikan, Indra diduga telah melakukan tindak pidana korupsi karena menyalahgunakan dana kegiatan workshop/Bimtek dan membuat SPJ fiktif dengan kerugian negara sebesar Rp.500.176.250.

"Nilai itu berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Riau," jelas Hadiman.

Terseretnya nama Indra, dalam perkara ini, juga setelah adanya putusan hakim tindak pidana korupsi sebelumnya. Dimana, Indra diduga melakukan perbuatan korupsi bersama-sama dengan terpidana Edisman selaku Bendahara Pengeluaran Dinas ESDM Kuansing dan Ariadi selaku PPTK. (*)