DLHK Pekanbaru Siap Telusuri Pembuangan Limbah Pabrik Roti ke Parit

Plt Kepala LHK Pekanbaru Marzuki

Beritariau.com, Pekanbaru - Merespon adanya pabrik roti di kawasan Jalan Durian yang diduga tidak memiliki pengolahan limbah dan kedapatan membuang limbah ke saluran parit jalan Durian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menyatakan akan menindaklanjuti jika ada laporan.

"Kita belum ke lokasi, silahkan buat laporannya agar kami segera melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti dengan cepat," kata Plt Kepala LHK Pekanbaru Marzuki saat dihubungi Beritariau.com, Kamis (16/09/21).

Disampaikan Marzuki, pihaknya telah menyiapkan Tim Satgas Limbah B3 untuk menindaklanjuti segala bentuk pencemaran lingkungan.

"Ya, disini Saya dengan Tim Satgas Limbah B3 sedang dilapangan, dan kita siap menindaklanjuti segala bentuk pencemaran lingkungan," ujar Marzuki.

Seperti diberitakan, Pabrik roti di kawasan Jalan Durian Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru meresahkan warga setempat. Pabrik itu diduga tidak memiliki pengolahan limbah dan kedapatan membuang limbah ke saluran parit jalan Durian.

"Kami jelas merasa tidak nyaman lah, disini rawan banjir saat hujan. Kita yang merasakan imbasnya setiap banjir," kata Nardo (26), salah seorang warga Kecamatan Payung Sekaki kepada Beritariau.com, beberapa waktu lalu.

Demi menjaga kebersihan, Ia dan warga sekitarnya meminta keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dan Dinas Lingkungan Hidup untuk turun ke lapangan dan menindak lanjuti hal ini.

"Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama, tapi ini mengganggu kepentingan umum," pungkas Nardo.

Sebelumnya, salah seorang pengelola pabrik roti saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, pihaknya akan menyampaikan terlebih dahulu informasi tersebut kepada pemilik pabrik roti.

"Iya pak. Kami akan sampaikan kepada pemilik usaha," jawabannya dengan keterangan tertulis.

Meski demikian, pemilik pabrik sekaligus toko roti tersebut masih belum memberikan keterangan terkait dugaan pembuangan limbah ke parit tersebut, hingga berita ini dimuat.(*)