LAM Riau : Penuh Ide yang Efektif dan Solutif

Dr Antoni Tang Wafat, Para Tokoh: Riau Kehilangan Sosok Luar Biasa

Dr Tang Antoni | Istimewa | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kabar wafatnya salah satu Tokoh Masyarakat Riau di Paguyuban Etnis Tionghoa yang dikenal mengabdi sebagai Dosen di Universitas Riau, cukup mengejutkan sejumlah orang. [Baca : Tokoh Riau Penuh Pengabdian DR Antoni Tang Wafat]

Tak hanya bagi keluarga, kepergian Dr Tang Antoni ini membuat banyak pihak merasa kehilangan. Lebih lanjut, berikut komentar sejumlah tokoh masyarakat yang mengenal sosok dosen yang dikenal cukup ramah dan gampang akrab ini.

Tokoh Melayu Riau Al Azhar 

Bagi Al Azhar, Ketua Umum Dewan Pengurus Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, tak salah lagi jika Antoni Tang disebut sosok yang penuh pengabdian.

Menurutnya, meski almarhum adalah seorang dosen, namun tetap peduli terhadap persoalan daerah. Sikap itu, kata Al Azhar, terlihat saat Antoni tak sulit diminta hadir dalam diskusi-diskusi seputar problem daerah.

"Bagi saya, Dr Tang Antoni seorang kawan yang baik. Kami sering berjumpa sejak awal tahun 2000an, dalam forum-forum diskusi rancang-bangun masa depan Riau," kata Al Azhar kepada Beritariau.com, Selasa (18/11/14) malam.

Menurutnya, Antoni adalah seorang akademisi yang amat peduli pada persoalan-persoalan sosial sehari-hari, dan terjun langsung ke dalam persoalan-persoalan itu dengan solusi-solusi yang kadang-kadang di luar dugaan tapi efektif.

"Penglibatan dirinya secara penuh dalam organisasi PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau) adalah bagian dari bentuk pengabdian sosialnya," ujar Al Azhar.

Terakhir, kenang Al Azhar, Dr Tang bersama sejumlah akademisi lintas-etnis Riau lainnya ikut dalam delegasi yang mendesak Menteri Kehutanan (Menhut) RI untuk menandatangani persetujuan perubahan Kawasan Hutan di Riau sebagai syarat penetapan RTRW provinsi ini, pada awal bulan Juni 2014 yang lalu.

"Dari bahasa tubuhnya waktu itu, saya beroleh kesan bahwa, Dr. Tang Antoni cukup bingung melihat reaksi arogan para petinggi terkait di Jakarta terhadap harapan-harapan yang kami desakkan," lanjut Al Azhar.

Meski terlihat bingung, katanya, Antoni Tang tetap tenang. Bahkan, sesekali, Dr Tang malah mengingatkan Al Azhar untuk tetap sabar menghadapi bentuk-bentuk arogansi itu.

"Selamat jalan, Dr. Tang," ucap Al Azhar.

Tokoh Batak Riau Viator Butar-butar 

Ternyata sikap ramah dan gampang bergaul Dr Tang sudah terlihat sejak dulu. Bahkan, dimasa kuliah, Dr Tang yang merupakan etnis Tionghoa seakan tak melihat ada perbedaan saat bergaul dengan teman-teman.

Tokoh Masyarakat Batak Riau yang juga Pengamat Ekonomi Riau, Viator Butar-butar mengaku, semasa kuliah, Dr Tang tak kaku dalam bergaul. Sosok tenang dan sabar itu, sejak dulu sudah terlihat.

"Beliau teman kuliah saya," kata Viator.

Ia menuturkan, sudah banyak hal yang mereka diskusikan dan lakukan bersama dalam kaitan menyoroti situasi berkembang di Riau. Tak jarang, mereka berdua tampil di podium yang sama dalam setiap diskusi dan dialog seputar masalah di Riau.

"Dia orangnya tenang, namun tetap concern (peduli). Dia menjadi sosok perekat dari PSMTI dalam ruang lintas paguyuban. Kita kehilangan seorang tokoh dan teman yang luar biasa," kata Viator.

Rektor UNRI Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA 

Terkait wafatnya salah seorang pendidik di Institusi yang dipimpinnya, Rektor Universitas Riau (UR) Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA menyampaikan turut belasungkawa yang mendalam.

"Keluarga Besar Universitas Riau telah kehilangan seorang dosen yang sangat potensial. Kita semua turut berduka," kata Aras.

Meski hanya sebatas hubungan profesi dan pekerjaan, Aras menilai, sosok Dr Tang adalah dosen yang displin dan aktif. Katanya, Dr Tang kerap memberikan sumbangsih saran yang luar biasa untuk kemandirian Universitas.

"Ide-ide yang dikemukakannya sangat kreatif dengan cara penyampaian yang teratur," kata Aras.

Ia berharap, kepribadian Dr Tang bisa jadi inspirasi orang banyak di Riau.

Seperti diberitakan, kabar dukacita menyelemuti warga Riau. Dr Antoni Tang yang akrab dikenal sebagai salah satu tokoh pemersatu lintas paguyuban, wafat saat saat landing (mendarat) di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) Pekanbaru pada pukul 15.52 WIB sore tadi sepulangnya dari Gleneagles Hospital Singapura usai menjalani perawatan atas penyakit penyakit Kanker Usus Besar yang dideritanya.

Pria kelahiran 1 Maret 1959 ini, tutup usia pada 55 tahun dan meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.

Dosen Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNRI itu adalah satu tokoh sentral di PSMTI Provinsi Riau.

"Kami sangat merasa kehilangan. Karena beliau salah satu ujung tombak eksistensi PSMTI. Dia salah satu pendirinya," kata Ketua Umum PSMTI Peng Sutoyo kepada Beritariau.com, Selasa (18/11/14) malam. [roy]