Advertorial Pelalawan
Danau Kajuid Langgam, Ikon Baru Wisata Unggulan Pelalawan

Bupati Harris mengayuh sampan menyusuri Danau bersama Kadisbudparpora Zulkifli | Beritariau.com 2014
Beritariau.com - Kabupaten Pelalawan yang dulunya dikenal karena investasi di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Perkebunan, ternyata menyimpan potensi alam yang layak dijual sebagai lokasi pariwisata yang memiliki nilai eksotik untuk menarik wisatawan lokal maupun manca negara.
Sebelumnya, objek wisata di Pelalawan yang dikenal luas hingga luar negeri adalah BONO. Si Gelombang Unik dan menarik yang ada Kecamatan Teluk Meranti berhasil menembus pasar wisata Internasional dan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat.
Sejumlah anggaran membangun fasilitas penunjang berupa infrastruktur jalan dan lainnya pun langsung diturunkan. Sambil mengurus BONO, kini, Pemda Pelalawan terus mengeksplorasi potensi wisata alam lainnya.
Kali ini, Kecamatan Langgam bakal jadi pusat perhatian publik. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pelalawan berhasil menyingkap objek wisata alam berupa Danau yang terbentuk karena proses alami seluas sekitar 250 hektar milik masyarakat Adat Setempat.
Danau Kajuid, demikian sebutannya, saat ini sedang dalam penyusunan Master Plan untuk dikembangkan. Kadisbudpora Pelalawan Zulkifli menyatakan bahwa, saat ini, pihaknya sedang berupaya mengelola kawasan Danau Kajuid ini, dimulai dengan pemetaan kawasan atau pembagian zona
FOTO : Bupati Harris mengayuh sampan menyusuri Danau bersama Kadisbudparpora Zulkifli
Dari Masterplan itu, kawasan Danau dibagi jadi beberapa Zona. Diantaranya, Zona Masuk yang memiliki dua titik yakni, Jalur Darat dan Jalur Air yang masuk melalui Anjungan Ranah Tanjung Bunga via Boat kecil.
"Selain itu juga ada Zona Perikanan. Di zona ini, akan ditetapkan kawasannya di pulau yang ada di tengah danau, berupa Home Stay, Rumah Makan dan Kerambah Ikan Lokal. Selain itu, masih di dalam pulau, kita juga menetapkan di pulau itu masuk dalam kawasan Zona Hutan Larangan. Artinya, dilarang ada penumbangan atau yang sifatnya merusak hutan. Dan terakhir, Zona Pertanian, zona ini nantinya dikelola oleh Dinas Pertanian dan Holtikultura dengan memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam selain padi yang hasil panennya bisa dijual langsung kepada pengunjung," jelas Zulkifli.
Walau baru dibuka dan diperkenalkan, Objek Wisata Danau Kajuid ini, sesuai instruksi Bupati Pelalawan agar dapat ditangani secara maksimal oleh semua Dinas terkait sesuai tupoksinya. Artinya, untuk masalah Hutan yang ada di Danau nantinya tak akan di tumbang, melainkan akan dirawat sehingga menjaga keasrian lokasi atau kawasan Danau Kajuid.
FOTO : Bupati Harris bersama sejumlah awak media dan anggota DPRD melihat dan mengenalkan Danau Kajuid di Kelurahan Langgam
Sebagai bentuk kesiapan mengelola Danau Kajuid itu, walau dibiayai melalui swadaya masyarakat, namun kedepan kegiatan pembangunannya bisa dianggarkan lewat APBD.
Saat ini, potensi Danau Kajuid sendiri sedang di eksplore habis-habisan oleh masyarakat tanpa harus merubah bentuk aslinya. Artinya, dikawasan itu hanya boleh membangun jalan, dan Home Stay atau Gazebo yang bisa disewakan ke pengunjung nantinya.
Artinya, di kawasan hutan Danau Kajuid sendiri, dilarang menumbang pohon yang ada. Sebab pohon yang ada sekarang rata-rata berusia ratusan tahun yang dapat dimanfaatkan sebagai Lokal Outbond bagi yang berminat datang ke lokasi itu.
FOTO : Nelayan lokal memanfaatkan danau sebagai tempat mencari nafkah setiap hari
"Jadi, karena lahan ini milik masyarakat adat Langgam, nantinya bukan tak bisa dijadikan seperti di Bali. Karena mereka kental dengan adat maka sistem pembagian hasil yang diterima dari sektor Pariwisata berupa bagi hasil 60:40. Artinya 60 persen untuk Pemerintah Daerah dan 40 persen untuk Masyarakat Adat. Dengan, sistem ini, maka kewajiban pemerintah hanya memberikan dan membangun fasilitas infrastruktur jalan. Sedangkan untuk pembangunan di dalam kawasan wisata danau dilakukan oleh masyarakat adat seperti pembangunan arena bermain, tempat penginapan, serta fasilitas penunjang pencinta alam lainnya. Dengan itu manfaat dari objek wisata Danau Kajuid bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar," kata Zulkifli.
Diharapkan, jika semua Lintas Satker bisa bekerja sama secara maksimal, maka tak menutup kemungkinan di tahun 2015 mendatang proses penataan kawasan di Danau Kajuid dilakukan. Sehingga hanya tinggal mempromosikan keluar agar dapat dikenal masyarakat.
FOTO : Hj Ratna Mainar Harris (dua dari kiri) berfoto "Groupie" bersama kru tv nasional dan anggota DPRD Pelalawan dengan latar belakang Danau
Masyarakat Adat Dukung Danau Kajuid Jadi Objek Wisata
Keinginan Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengelola Danau Kajuid yang terletak di kecamatan Langgam menjadi salah satu objek wisata mendapat dukungan dari masayarakat adat setempat. Hal itu disampaikan Afrizal selaku Datuk Bertuah Tokoh Adat Kampung Langgam.
"Secara prinsip, masyarakat Langgam merespon positif keinginan dari Pemda Pelalawan untuk mengelola danau Kajuid dijadikan salah satu objek wisata," terang Afrizal.
Atas keinginan Pemda mengelola danau ini, pihak masyarakat adat Langgam telah melakukan pertemuan. Dalam pertemuan Itu, komponen masyarakat adat setuju, namun, ada beberapa hal yang perlu dicarikan jalan keluarnya.
Misalnya, sebut Afrizal yang juga anggota DPRD Pelalawan ini, mencarikan solusi mata pencarian yang selama ini bergantung pada danau itu.
"Kami sangat setuju, program mulia ini, namun Pemda harus memikirkan mata pencarian bagi masyarakat. Sebab, selama ini, mereka banyak bergantung hidup di danau ini dengan mencari ikan," imbuhnya.
Jika program ini terealisasi, dia mewakili masyarakat meminta ada pembagian porsi antara Pemkab dan masyarakat adat di Langgamnya. Misalnya, opsi pembagian 60-40 persen itu. Dia meminta 40 persen dari pendapatan diperuntukan bagi masyarakat adat Langgam.
Menyikapi kesiapan pembangunan kawasan wisata Danau Kajuid ini, Bupati Pelalawan HM Harris mengaku optimis kalau danau ini memiliki daya pikat tersendiri untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal.
FOTO : Bupati Harris dengan awak media televisi nasional menyusuri lokasi Danau
Menurutnya, wisatawan akan datang dan berekreasi di lokasi danau apabila sudah tertata dan dilengkapi sejumlah fasilitas yang dibutuhkan.
"Masyarakat adat disini sudah saya kasih penjelasan kepada mereka bahwa banyak keuntungan yang akan didapat setelah danau ini sudah menjadi daerah tujuan wisata alami, karena konsepnya sudah ditata. Dan pastinya, masyarakat yang tadinya hidup tergantung dengan mencari ikan di danau, setidaknya mereka nanti bisa alih profesi dengan membudidayakan ikan dan menjualnya langsung ke wisatawan dengan harga yang cukup lumayan. Belum lagi kalau mereka nanti mendirikan home stay yang bisa disewakan," kata Harris.
Ketika disinggung soal persiapan saat ini, Ia mengatakan bahwa, saat ini, Pemda sedang melakukan Masterplan penetaan kawasan dan juga sedang melakukan pembukaan sekaligus penimbunan badan jalan menuju danau.
FOTO : Kadis Budparpora Zulkifli dan Bupati Harris nyatai di tepian Danau
Untuk pekerjaan pembukaan dan peningkatan pembangunan badan jalan, saat ini dilakukan secara swadaya dan diperkirakan sudah menelan anggaran sekitar Rp300 Juta. Ia beharap, semuanya bisa berjalan sesuai harapan yang direncanakan. [adv]

