Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai Menolak Deklarasi Kehadiran KAMI di Riau

Penulis : admin | Minggu, 11 Oktober 2020 - 16:21 WIB

KONFRENSI PERS - Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai (APRCD) menggelar Konfrensi Pers, Minggu (11/10/2020) siang. Mereka menyatakan dengan tegas menolak deklarasi ataupun kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Riau | Beritariau.com2020

Beritariau.com, Pekanbaru - Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai (APRCD) menyatakan dengan tegas menolak deklarasi ataupun kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Riau.

Hal itu disampaikan oleh Ketua APRCD, Fandi, dalam konfrensi pers yang dilakukan, Minggu (11/10/2020) siang. Menurutnya, kehadiran KAMI di Riau, di khawatirkan dapat memecah belah masyarakat Riau yang saat ini sedang berjuang bersama melawan Covid-19.

"Deklarasi ini berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah warga Riau yang majemuk," ucap Fandi.

Diketahui, APRCD merupakan aliansi yang terdiri dari pemuda-pemudi dengan latar belakang organisasi, daerah, dan kampus yang berbeda. Dari pantauan terlihat ada beberapa spanduk dan poster tentang protokol kesehatan saat konfrensi pers digelar.

Menurut Fandi, penolakan terhadap KAMI di berbagai daerah harusnya menjadi jawaban bahwa masyarakat tidak mau lagi dibodohi oleh tokoh-tokoh yang haus akan jabatan seperti Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo cs dengan berkedok demokrasi dan kebebasan berpendapat.

"Apalagi KAMI mau deklarasi di Riau, ini sangat ditolak oleh Pemuda Riau yang sangat mencintai Riau yang damai dalam kemajemukan," tegasnya.

Fandi juga mengkritik keras pernyataan Gatot Nurmantyo tentang Letjend TNI (Purn) Yunus Yosfiah dan mantan Presiden Gus Dur yang menuduh keduanya sebagai anggota PKI. Menurutnya, ini jelas tidak ada dasar landasannya. Sebab, Yunus Yosfiah dan Gus Dur adalah sosok negarawan yang telah berkiprah membangun Indonesia pasca reformasi.

"Pernyataan Gatot Nurmantyo ini adalah hoax dan provokasi yang sangat melukai hati kami generasi muda Indonesia," cetusnya.

Berikut 9 poin APRCD melakukan penolakan deklarasi kehadiran KAMI di Riau.

1. Menolak deklarasi ataupun kehadiran KAMI di Riau karena dikuatirkan dapat memecah-belah masyarakat Riau yang saat ini sedang berjuang bersama melawan Covid-19

2. Mengecam keras provokasi yang dilakukan oleh para tokoh KAMI terkait persoalan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dengan sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan pemerintah.

3. Mengutuk keras pernyataan Gatot Nurmantyo yang telah menuduh Letjen TNI (Purn) Yunus Yosfiah dan mantan Presiden Gus Dur sebagai PKI. Padahal Bapak Yunus Yosfiah dan Gus Dur adalah sosok negarawan yang telah berkiprah membangun Indonesia pasca reformasi. Pernyataan Gatot Nurmantyo ini sangat melukai hati kami generasi muda Indonesia.

4. Gatot Nurmantyo dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia telah dengan sengaja menyebarkan isu kebangkitan PKI yang tidak bisa mereka buktikan untuk menyebarkan ketakutan dan menimbulkan rasa saling tidak percaya di tengah masyarakat.

5. Mendesak aparat Kepolisian agar tidak memberikan izin terhadap setiap aktivitas KAMI di Riau. Aktivitas KAMI adalah gerakan politik praktis yang diduga berusaha menjatuhkan pemerintah dengan bungkus gerakan moral dan ingin mendorong Gatot Nurmantyo sebagai calon Presiden 2024.

6. Riau dengan Budaya Melayu dan Kemajemukan masyarakatnya yang cinta damai juga sangat bertolak belakang dengan watak tokoh KAMI yang dalam beberapa pernyataannya justru menebarkan Hoax dan kebencian.

7. Meminta semua kepala daerah di provinsi Riau untuk dengan tegas melakukan penolakan terhadap kehadiran KAMI di setiap kabupaten/kota di provinsi Riau.

8. Mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk tetap mengedepankan persatuan, menjaga kondusifitas, serta menolak gerakan - gerakan politik yang memecah belah persatuan dan kebhinekaan.

9. Meminta pemerintah dan semua elemen masyarakat agar dapat bersatu-padu serta membangun kepercayaan dan gotong-royong dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19.

Bila nantinya KAMI tetap hadir di Riau dalam bentuk apapun, Aliansi Pemuda Riau Cinta Damai akan mengusir secara paksa," tutupnya. [Red/Bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :