Kerap Terjadi Dugaan Bullying, LPAI Pekanbaru Desak Guru SMP N 38 Pekanbaru Di Mutasi

Penulis : admin | Rabu, 13 November 2019 - 15:39 WIB

Ketua Bidang Antar Lembaga Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Pekanbaru, Eko Wibowo SPdi

Beritariau.com Pekanbaru - Ketua Bidang Antar Lembaga Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Pekanbaru, Eko Wibowo, mendesak Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru dan Wali Kota Pekanbaru, untuk melakukan mutasi kepada guru-guru yang ada di SMP Negeri 38 Pekanbaru.

Menurut laporan yang diterima pemerhati Pendidikan Riau ini, kasus dugaan kekerasan yang terjadi di SMP Negeri 38 Pekanbaru, sudah acapkali terjadi.

"Tolong dilakukan pembinaan kalau dapat guru-gurunya itu dimutasi supaya tidak terjadi lagi kasus pembiaran-pembiaran," Kata Eko, kepada beritariau.com Rabu (13/11/19).

Ketua Forum Komunikasi Guru dan Pegawai Honor Sekolah Negeri (FORGUPAHSN) Provinsi Riau ini juga sangat menyayangkan adanya aksi dugaan bullying di dunia pendidikan Kota Pekanbaru saat ini.

Dia mengaku khawatir, jika guru-guru lama tetap bertahan disitu dan tidak dilakukan evaluasi, maka berpotensi mengancam aksi dugaan kekerasan lagi di dunia Pendidikan.

"Kami mengkhawatirkan dan mencemaskan hal serupa (dugaan bullying,red) terjadi lagi. Kalau kita tidak tegas, dunia pendidikan akan rusak oleh oknum guru yang tidak bertanggungjawab karena lepas tangan," tegasnya.

Diketahui, kasus penganiayaan yang dialami oleh korban berinisial MFA (14) siswa kelas VIII SMP Negeri 38 Pekanbaru, terjadi pada Selasa (05/11/19). Penganiayaan diduga dilakukan oleh tiga orang teman korban.

Akibat dugaan penganiyaan tersebut, korban mengalami patah tulang hidung dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Selain lima saksi, penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru memanggil sejumlah saksi lain.

Hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa kasus dugaan penganiayaan dialami oleh korban dilakukan secara brutal. Peristiwa terjadi saat jam belajar, dan ada guru di dalam kelas. Parahnya, meskipun ada guru, kejadian (bullying,red) tetap berlangsung. 

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan bullying yang terjadi di SMP N 38 Pekanbaru ini, diceritakan oleh orang tua korban, dr Rosilawati. Dokter yang dipanggil lala ini menceritakan kisah tragis yang menimpa anak ketiganya tersebut MFA, yang diduga diperlakukan tidak manusiawi oleh ketiga rekannya yakni MR, RY dan CL. 

Adegan dilakukan secara bergantian dan ada jeda dalam pemukulan tersebut. Ibu korban bahkan mengungkapkan sempat dihubungi oleh anaknya usai kejadian minta dijemput karena sakit. 

Lala saat itu menceritakan bahwa dirinya sedang lagi ramai pasien. Karena kesibukan itu, paman korban menjemput keponakan ke sekolah. Dari sana diketahui anaknya mengalami patah hidung dan harus mendapat penanganan medis di Rumah Sakit.

Dari keterangan anaknya tersebut, dia mendapat perlakukan tidak senonoh saat berlangsung jam belajar mengajar mata pelajaran Seni Budaya (SBY). Guru pada saat itu ada di depan kelas. 

Dari keterangan ibu korban diketahui juga bahwa sebelum mengalami patah hidung, anaknya dipukul menggunakan kayu dan ditinju di bagian lengan. Bahkan, anaknya sering di palak setiap hari.

Kejadian ini viral di media sosial. Terjadi pada hari Selasa (05/11/19). Pada hari itu langsung dilakukan tindakan operasi sampai hari Rabu (06/11/19). [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :