Asap Dari Jambi & Sumsel Bakal Numpuk di Riau

Asap di Pekanbaru menggila, stok isi ulang Tabung Oksigen terbatas

Penulis : admin | Minggu, 22 September 2019 - 21:30 WIB

Warga Terpapar Asap Saat di Rumah Singgah | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Kabut Asap di Pekanbaru, sejak Minggu (22/09/19) pagi hingga malam semakin pekat. Jalanan di Pekanbaru mulai lengang. Semakin tebalnya kabut asap sejak pukul 17.00 wib, membuat langit gelap lebih awal dari biasanya.

Warga Pekanbaru yang sejak beberapa pekan lalu berburu Masker dan Tabung Oksigen di Apotik. Sebagian warga mampir ke Rumah Singgah untuk mendapatkan Oksigen.

Namun, sebagian pembeli Tabung Oksigen untuk dipakai dirumah mulai kesulitan untuk melakukan isi ulang. Beberapa apotik ada yang menjual Tabung Oksigen, namun untuk isi ulang, mulai kehabisan stok.

"Asap malam ini semakin menggila. Harus standby jika makin parah. Tabung oksigen ada, tapi apotik tempat jual dan isi ulang oksigen mulai kehabisan stok. Gimana ini? Kalau bisa pemerintah ikut memantau persediaan isi ulang oksigen itu. Bayar lebih pun gak apa-apa lah," kata Nando, warga Kecamatan Tampan, Minggu malam.

Terpisah dihubungi Beritariau, salah satu apotik yang biasa menjual tabung oksigen dan mulai kehabisan stok isi ulang. "Lagi kosong (Stok Isi Ulang Oksigen)," ungkap Pegawai salah satu Apotik di bilangan Jalan HR Soebrantas Panam.

Dilansir Kompas.com Selasa Pekan lalu, salah satu Toko Penjual Alat Kesehatan di Pekanbaru mengaku hanya bisa menyediakan 15 hingga 20 tabung isi ulang dalam sehari.

"Karena stok terbatas, paling kita hanya bisa 15 sampai 20 tabung sehari," ungkap Pemilik Toko sepekan lalu. 

Terkait ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Nazir mengatakan untuk pengawasan pendistribusian Tabung Oksigen berada dibawah Dinas Kesehatan tingkat Kabupaten/Kota masing-masing.

"Kalau untuk pengawasan di tingkat pemerintah itu (Ketersediaan Tabung Oksigen, red) ada di Dinkes Kabupaten / Kota. Sejauh ini, di Rumah-Rumah Singgah masih ada (Oksigen). Tapi kalau Swasta, Distributornya yang tahu," ungkapnya.

Kabut Asap di Kota Pekanbaru kian pekat sejak Minggu pagi tadi sekitar pukul 09.00 wib, di level berbahaya dengan Konsentrasi Partikulat (PM10) 528,28 µgram/m3.

Kemudian di siang pukul 13.00 wib hingga sore pukul 17.00 wib, Konsentrasi Partikulat menurun dibawah 400 µgram/m3.

Terakhir terpantau dari BMKG, pada pukul 18.00 wib, Konsentrasi Partikulat melonjak naik ke angka 528,28 µgram/m3, kembali ke level berbahaya. Bahkan, terpantau pada pukul 20.30 wib di situs BMKG, sudah mencapai angka 600 µgram/m3.

Untuk jarak pandang, pada pukul 16.00 wib BMKG melaporkan, jrak pandang di wilayah Riau yang paling terpapar asap, semakin terbatas. Di Pekanbaru berkisar 900 meter, Rengat Kabupaten Inhu 400 meter, Dumai 1,5 kilometer dan Pelalawan 500 meter.

Akibatnya, sedikitnya ada 14 Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengalami keterlambatan sejak pagi tadi. Sebagian, terpaksa dialihkan ke Bandara lain seperti Batam.

Kondisi ini, diprediksi semakin memburuk akibat sebaran asap yang dibawa angin dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Dilaporkan, Karhutla di Jambi semakin parah, jumlah titik panas  (hotspot) di sana meningkat tajam dari  499 menjadi 799 titik api. Kabut asap tersebut sedang menuju Riau karena dibawa angin dari Tenggara-Selatan, atau dari arah Australia, menuju barat laut- utara.

"Kami sedang memantau pergerakan tersebut. Kabut asap yang dibawa dari Karhutla Jambi dan Sumatera Selatan akan bertumpuk di Riau, karena terjadi perlambatan pergerakan angin akibat pembelokan. Sehingga asap Jambi, Sumsel dan Riau sendiri berkumpul di Riau," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno, Minggu.

Sementara itu, upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) melalui penyemaian garam masih terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Satgas Udara TNI Angkatan Udara (AU).

Terakhir TMC hari ini menurunkan sedikitnya 4 Ton garam dari pesawat Hercules C-130 melalui Skadron Udara 31 TNI AU di Area Semai Kabupaten Pelalawan, Siak, Kep Meranti, Bengkalis. Penyemaian didampingi 2 (dua) tenaga ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Adapun titik api (Fire Spot) di wilayah Riau masih terpantau sedikitnya ada 60 titik. Untuk Sumatera masih di dominasi Sumatera Selatan dan Jambi. (red)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :