Pergerakan Angin Menuju Riau

Langit kembali putih, Asap Karhutla dari Jambi & Sumsel bakal numpuk di Riau

Penulis : admin | Minggu, 22 September 2019 - 14:01 WIB

Kabut Asap Menyelimuti Kota

Beritariau.com, Pekanbaru - Kualitas udara di Kota Pekanbaru yang sempat mulai membaik, saat ini kembali memburuk. Langit tampak putih dan sedikit menguning, jarak pandang menurun dan titik api (Fire Spot) kembali bermunculan.

Kondisi ini diprediksi semakin memburuk akibat sebaran asap yang dibawa angin dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Padahal, sempat mulai membaik pada Sabtu (21/09/19) sore, ditandai dengan mulai masuknya sinar matahari menyentuh tanah, sebagian langit sedikit membiru, jarak pandang mencapai 2 Kilometer dan titik api hanya terpantau 1 titik. Namun pada hari ini, Minggu (22/09/19), kualitas udara kembali memburuk.

Dilaporkan, Karhutla di Jambi semakin parah, jumlah titik panas  (hotspot) di sana meningkat tajam dari  499 menjadi 799 titik api. Kabut asap tersebut sedang menuju Riau karena dibawa angin dari Tenggara-Selatan, atau dari arah Australia, menuju barat laut- utara.

"Kami sedang memantau pergerakan tersebut. Kabut asap yang dibawa dari Karhutla Jambi dan Sumatera Selatan akan bertumpuk di Riau, karena terjadi perlambatan pergerakan angin akibat pembelokan. Sehingga asap Jambi, Sumsel dan Riau sendiri berkumpul di Riau," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno, Minggu (22/9/19) di Pekanbaru.

Disebutkan, jumlah titik panas di Jambi mencapai 799, Sumsel 619, Riau 211, Babel 71, Lampung 43, Kepri 15, Sumbar, Bengkulu 2, dengan total hotspot Sumatera 1769. 

Sedangkan hotspot di Riau disebabkan titik panas yang ada di Inhil 68, Inhu 45, Pelalawan 36, Rohil 25, Kampar 12, Bengkalis 9, Dumai 6, Kuansing 5, Meranti 5.

Ketika disinggung kapan terjadi perubahan pergerakan angin yang membawa kabut asap meninggalkan Riau, Sukisno mengatakan sekitar akhir September atau awal Oktober 2019.

"Akan terjadi perubahan pergerakan pada waktu-waktu itu. Dan biasanya akan diikuti oleh musim hujan. Kita doakan saja semoga kondisi daerah Riau dan negara kita cepat pulih kembali," kata Sukisno lagi.

Pesawat Sulit Mendarat di Bandara SSK

Sementara itu, tiga pesawat dari tiga maskapai berbeda kesulitan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Minggu, akibat kabut asap yang menyebabkan jarak pandang terbatas.

Ketiga pesawat itu, masing-masing Batik Air, Citilink dan Malindo Air dilaporkan berputar-putar di langit Pekanbaru pada Minggu pagi pukul 08.30 wib.

Terbatasnya jarak pandang itu merupakan dampak dari Karhutla yang kini melanda sebagian wilayah Riau.

BMKG menyatakan jarak pandang terbatas juga berlangsung di Pelalawan yang hanya berkisar 300 meter, Rengat Kabupaten Indragiri Hulu 500 meter serta Kota Dumai 1 kilometer. (red)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :