Kebakaran Lahan Rokan Hilir

BPBD Riau : Investigasi Tuntas Kasus Karhutla Rohil

Penulis : user | Kamis, 03 Januari 2019 - 14:27 WIB

Upaya pemadaman Karhutla Rokan Hilir

Beritariau.com, Pekanbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau meminta Polisi dapat mengusut tuntas kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Rokan Hilir, awal 2019 ini. 

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis mengatakan bahwa investigasi menyeluruh harus dilakukan guna menimbulkan efek jera. 

"Ini sudah keterlaluan. Belum lagi Satgas luruskan pinggang sudah ada kebakaran lahan lagi," kata Edwar. 

Saat itu Satgas Karhutla mencatat 5.000 hektare lahan di provinsi Riau terbakar hebat dan harus dapat ditanggulangi secara cepat agar tidak terjadi kabut asap. 

Untuk itu, Edwar sedikit kesal ketika tahun baru berganti namun Karhutla kembali terjadi. Bahkan, tahun 2019 belum genap 60 jam. 

"Harus diinvestigasi secara menyeluruh. Supaya ada efek jera dan sebelum kasus kebakaran meluas," lanjutnya. 

Sementara itu, Polres Rokan Hilir menyatakan telah menyegel lahan yang terbakar tersebut. Penyegelan dilakukan sebagai bagian dari langkah penyelidikan.

"Sudah dipasangi garis polisi, langsung dilakukan oleh Satreskrim Polres Rokan Hilir," kata Kepala Polsek Tanah Putih, Kompol L Simatupang.

Selama dipasangi garis polisi, katanya, lahan tersebut dalam penyelidikan dan tidak boleh diolah.

Ia menjelaskan bahwa kebakaran lahan di Tanah Putih, tepatnya Desa Mumugo terjadi dalam tiga hari terakhir.

Lahan gambut kering yang didominasi semak belukar serta sebagian diantaranya telah ditanami Nanas tersebut masih terbakar dan sulit untuk dikendalikan.

Terlebih lagi, dia mengatakan selama proses pemadaman dengan melibatkan tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tim kesulitan mencari sumber air. 

"Air sangat sulit, besok kami baru akan membuat sumur di sekitar lokasi kebakaran. Untuk sementara ini kami hanya membuat blok agar api tidak meluas," ujarnya. 

Lebih jauh, Simatupang menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat.

Sementara, si pemilik lahan sendiri tidak berada di desa tersebut.

"Ini juga masalahnya, pemilik lahan tidak ada ditempat, kami sudah koordinasi dengan kepala desa untuk melacak pemiliknya," jelasnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :