BPBD : 15 Hektare Gambut Rokan Hilir Terbakar

Penulis : user | Rabu, 02 Januari 2019 - 16:26 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan seluas 15 hektare lahan gambut di wilayah Rokan Hilir terbakar pada awal 2019 ini. Kebakaran tersbut terjadi dalam dua hari terakhir dan hingga kini masih terus berupaya dipadamkan.

"Benar, ada kebakaran disana sekitar 15 hektare. Tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Rabu.

Edwar mengaku terkejut dengan adanya insiden kebakaran di awal tahun, yang bahkan belum genap 48 jam memasuki tahun 2019 ini. Meskipun, dia mengatakan berdasarkan informasi jajarannya di sana bahwa kebakaran tersebut telah terjadi sejak dua hari lalu.

Menurut dia, insiden kebakaran ini harus segera diinvestigasi dan menemukan aktor utama pelaku pembakaran lahan gambut yang terkenal sulit dikendalikan tersebut. "Harus segera investigasi, siapa pelakunya. Lahannya punya siapa sebelum banyak kebakaran. Jangan sampai nanti meluas ke lahan yang lain," pintanya.

Lebih jauh, Edwar mengatakan dengan adanya kebakaran tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Provinsi Riau untuk menetapkan status siaga Karhutla.

"Kita lihat perkembangan ke depan, nanti juga saya akan koordinasi dengan BMKG (terkait penetapan status siaga Karhutla)," ujarnya.

Pada 2018 lalu, Pemprov Riau menetapkan status siaga Karhuta di awal Januari setelah insiden kebakaran melanda secara masif di beberapa kabupaten dan kota di wilayah itu.

Sebelumnnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak empat titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

"Hari ini terpantau empat titik panas di Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir. Ini titik panas pertama di tahun 2019," kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Bibin.

Dia mengatakan dari empat titik panas tersebut, dua diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. Kedua titik api itu menyebar di Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir dan terpantau satelit Terra dan Aqua sejak Rabu pagi tadi.

BMKG menganalisa bahwa titik-titik api yang terpantau di awal tahun 2019 ini merupakan akibat minimnya hujan yang terjadi di wilayah tersebut dalam satu dasarian terakhir. 

Provinsi Riau pada 2018 lalu berhasil menekan angka Karhutla dan mencegah terjadinya bencana kabut asap. Meski begitu, sedikitnya 5.000 hektare lebih lahan di wilayah itu hangus terbakar. Rokan Hilir merupakan salah satu wilayah yang mengalami kebakaran terhebat sepanjang tahun 2018 lalu. [ard]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :