Bahas Ranperda CSR, Pansus DPRD Kota Pekanbaru, undang 4 Perusahaan di Hearing

Penulis : admin | Rabu, 19 Desember 2018 - 22:12 WIB

HEARING - Pansus CSR DPRD Kota Pekanbaru, menghelar hearing bersama Perusahaan yang ada di Kota Pekanbaru | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Untuk memaksimalkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) Kota Pekanbaru, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Pekanbaru, Rabu (19/12/18) menggelar pertemuan dengan perwakilan perusahaan yang ada di Kota Pekambaru.

Undangan itu, digelar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar diruangan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Pekanbaru, dihadiri oleh 4 dari 9 orang Anggota Pansus yang penanggungjawab Pansus nya Jhon Romi Sinaga.

Sementara, dari perusahaan turut hadir perwakilan dari PT. Angkasa Pura II (Persero) Cabang Pekanbaru, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Cabang Pekanbaru, PT.Chevron Pasific Indonesia (CPI) Pekanbaru dan PT. Indomarco Cabang Pekanbaru. 

Penanggungjawab Pansus Jhon Romi Sinaga mengatakan, target dibentuknya Ranperda CRS ini yakni agar semua perusahaan yang ada ikut bertanggungjawab dan dan berkontribusi kepada Kota Pekanbaru, untuk memaksimalkan infrastruktur, pembangunan SDM dan lainnya.

"Kita tidak bisa bergantung kepada APBD Pekanbaru saja, tetapi ada peran perusahaan untuk sama-sama membangun Kota Pekanbau termasuk bagaimana sama-sama mengurangi angka kemiskinan di Pekanbaru yang saat ini mencapai 24 ribu KK," Kata Romi, dalam penyampaian rapatnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Hotman Sitompul mengungkapkan, pada umumnya pihak perusahaan sepakat atas Ranperda CSR yang sedang dibahas DPRD Pekanbaru bersama tim ahli dari Pemko Pekanbaru.

Katanya, kesimpulan sementara yang diterima pihak perusahaan sepakat dengan Ranperda yang sedang di bahas saat ini. Sebab, dengan adanya Ranperda ini ada legal standing yang jelas.

"Mekanisme penyaluran dana CSR lebih jelas dan terukur. Jangan sampai perusahaan yang cukup mapan tapi masyarakat disekitar tidak dipedulikan," jelas Hotman.

Menurut Hotman lagi, setelah rapat hari ini, pihaknya di Pansus akan kembali melakukan rapat lanjutan untuk mematangkan Ranperda CRS ini dan menyamakan persepsi, dengan harapan setelah disahkan menjadi Perda bisa bermanfaat kepada masyarakat.

Executive General Manager Angkasa Pura II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait, menyebutkan, dalam melakukan pembahasan Ranperda CSR Kota Pekanbaru, sebaiknya harus didukung dengan bank data yang jelas, sehingga peruntukkannya jelas.

"Jadi dengan pendataan tadi kita tahu siapa saja masyarakat yang sudah mendapat bantuan dan siapa saja masyarakat yang menjadi skala prioritas untuk dibantu baik melalui program kemitraan maupun program bina lingkungan sehingga badan usaha mudah mengakses bank data yang dimiliki," jelasnya.

Meski saat ini UU terkait BUMN Nomor 19 tahun 2003 pasal 88 menyebutkan perusahaan diwajibkan memberikankan bantuan kepada lingkungan masyarakat, termasuk pihak PT.Angkasa Pura.

"Kalo kita sendiri sudah dianggarkan setiap tahunnya untuk program kemitraan dan program bina lingkungan ini, termasuk potensi-potensi lain yang siap atau bidang apa yang akan dibantu, saya kira kalau semua bersinergi akan lebih baik dan pertanggunjawabannya lebih terukur jika ada bank data tadi ada," tutupnya. [bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :