Disdukcapil Pekanbaru Musnahkan 13.318 Keping KTP Rusak

Penulis : user | Selasa, 18 Desember 2018 - 19:26 WIB

Pemusnahan KTP (Net)

Beritariau.com, Pekanbaru  - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru, memusnahkan sebanyak 13.318 keping e-KTP rusak.

Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar ke dalam tong sampah yang terbuat dari drum, disaksikan sejumlah instansi terkait lain.

Asisten I, Bidang Pemerintahan, Azwan, didampingi Kadisdukcapil Pekanbaru Baharruddin, mengatakan, kalau e-KTP rusak dan tak bisa digunakan lagi terus disimpan akan menimbulkan polemik
di tengah masyarakat jelang pelaksanaan Pemilu 2019. Apalagi diketahui di beberapa daerah banyak e- KTP yang tercecer.

" Pemusnahan ribuan e-KTP ini menindaklanjuti instruksi dari Menteri dalam Negeri, melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil  
Yang dimusnahkan ini adalah KTP elektronik yang sudah rusak dan tidak dapat digunakan kembali," katanya, Senin kemarin (17/12/2018).

Pemusnahan baru dilakukan, karena sebelumnya tidak ada dasar hukum untuk melaksanakannya. Kemudian, kalau langsung dimusnahkan, khawatir saat ada pemeriksaan, Disdukcapil jelas akan kesulitan memperlihatkan bukti 

Selain rusak, dalam bentuk fisik dari pabrik,e- KTP yang dimusnahkan juga ada yang mengalami perubahan data dan nama. Dengan kondisi itu sehingga e-KTP tidak lagi bisa digunakan.

"Dalam kesempatan ini, kami juga mengimbau ditahun politik seperti saat sekarang ini, masyarakat jangan mudah termakan oleh isu-isu yang belum pasti kebenarannya. Seperti soal banyaknya e- KTP elektronik yang berceceran dibeberapa daerah di Indonesia," ujarnya.

Setelah kegiatan pemusnahan, jika
nanti  masih ada ditemukan e- KTP rusak, pihaknya juga akan melakukan pemusnahan secara periodik.  Namun dia berharap kedepan agar kerusakan e- KTP bisa diminimalisir. Karena jika banyak yang rusak akan sangat merugikan.

"Kedepannya, alat untuk pemusnahan juga kami harapkan ada yang lebih representatif. Karena jika hanya menggunakan alat konvensional seperti dibakar ini, tentu tidak ramah lingkungan," harapnya.

Terkait masih adanya warga yang belum mendapatkan KTP elektronik, meskipun sudah melakukan perekaman, Azwan,  menjelaskan, belum dicetaknya e-KTP karena keterbatasan blangko. Karena pengadaan blanko dari pemerintah pusat.

"Masyarakat yang merekam hampir setiap saat, tapi blangko yang ada terbatas. Sehingga masih ada yang belum mendapatkan KTP elektronik. Untuk itu, masyarakat yang belum mendapatkan KTP elektronik diharapkan bersabar," ujarnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :