LSM: Keluhan terkait tembok pembatas SDN 141 Pekanbaru tak pernah direspon

Penulis : admin | Rabu, 14 November 2018 - 19:31 WIB

ROBOH - Pagar tembok pembatas SDN 141 Pekanbaru, roboh. Akibat peristiwa ini, 2 nyawa manusia melayang | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Insiden robohnya tembok pagar pembatas di SDN 141 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Rabu (14/11/18) pagi, turut mendapat sorotan dari LSM Gerhana Tunas Bangsa.

Ketua DPM LSM Gerhana Tunas Bangsa, Riko Rivano, menyebutkan, robohnya tembok pembatas tersebut, dikarenakan tidak diterimanya komplain dari masyarakat meskipun sudah dipasang tulisan peringatan.

"Saya menduga, pihak sekolah maupun Disdik Kota Pekanbaru, tidak merespon keluhan ini sebelumnya. Padahal kita tahu pagar itu berdiri di lahan pemerintah," Kata Riko, saat dikonfirmasi.

Dia melihat, kasus ini menjadi pukulan bagi dunia pendidikan di Kota Pekanbaru. Harusnya, pihak sekolah menyurati Disdik atas keluhan ini sebelum jatuh korban.

"Kalau sudah jatuh korban begini, baru semuanya sibuk. Kita menyayangkan sekali lambannya respon ini. Semoga kejadian ini tak terjadi lagi di Pekanbaru," tuturnya.

Seperti diketahui, insiden robohnya tembok pembatas ini sudah dipasang peringatan dan ditempel di dinding sekolah. Namun, kejadian itu tidak dapat terelakkan. Na'as tembok sepanjang 15 meter dan tinggi 2 meter ini roboh. Dalam insiden itu, 2 orang siswa yakni William Maleakhi, siswa kelas 1B SDN 141 serta Yanita Octavizoly siswi kelas 12SMA N 14 Pekanbaru, menghembuskan nafas terakhir akibat tertimpa reruntuhan.

Sementara itu empat orang korban lainnya, masih dirawat di rumahsakit. Keempatnya menderita luka ringan dan mendapat perawatan di rumah sakit. [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :