Tekan Warga Berobat ke Luar Negeri, Syahrial Abdi Siapkan Empat Langkah Medical Tourism Riau

Beritariau.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mendorong pengembangan medical tourism atau wisata medis untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di daerah sendiri sekaligus menekan kecenderungan berobat ke luar negeri.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pengembangan wisata medis membutuhkan peningkatan mutu pelayanan, kelengkapan fasilitas, tenaga medis profesional, serta keterbukaan informasi mengenai keunggulan rumah sakit.
Hal itu disampaikannya saat membuka seminar Medical Tourism dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Aula RS Eka Hospital Pekanbaru, Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, Riau masuk lima besar provinsi dengan rumah tangga yang mengakses pengobatan ke luar negeri. Sebanyak 65,7 persen memanfaatkan layanan medical check-up, sementara 93,5 persen menyebut fasilitas kesehatan daerah belum memadai.
"Data ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan seluruh penyelenggara pelayanan kesehatan. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang lengkap, kepastian diagnosis, serta fasilitas medis yang mampu menjawab kebutuhan kesehatan mereka," ujar Syahrial.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Riau menyiapkan empat langkah strategis, yakni pemetaan kapasitas layanan kesehatan setiap rumah sakit, penguatan standar keselamatan pasien, integrasi layanan dengan transportasi dan perhotelan, serta evaluasi kepuasan pasien.
Saat ini Riau memiliki 81 rumah sakit, terdiri dari 67 rumah sakit umum dan 14 rumah sakit khusus. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun jaringan pelayanan medis unggulan melalui kolaborasi pemerintah dan swasta.
Penguatan layanan juga mulai dilakukan melalui peresmian Stroke Center RSUD Arifin Achmad pada 30 Oktober 2026. Selain itu, RSUP Pekanbaru direncanakan menjadi pusat penanganan penyakit katastropik di Sumatera.
Syahrial menegaskan, setiap rumah sakit tidak harus memiliki seluruh jenis layanan medis. Namun, masing-masing perlu mempunyai keunggulan yang jelas agar masyarakat mudah memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Ketua Panitia HKN ke-62 Provinsi Riau, Ibrahim Alimin, mengatakan seminar tersebut menjadi ruang konsolidasi antarrumah sakit untuk memperkenalkan fasilitas dan layanan unggulan masing-masing.
Melalui pengembangan medical tourism, Pemprov Riau berharap masyarakat semakin percaya menggunakan fasilitas kesehatan dalam daerah. Upaya tersebut sekaligus diharapkan menjadikan Riau sebagai salah satu tujuan pelayanan medis unggulan di Sumatera. (*)

