Bahas Transformasi Pendidikan Berbasis AI

UMRI Gelar Kuliah Internasional Sekaligus Tetapkan Dekan 2026–2028

UMRI Gelar Kuliah Internasional Sekaligus Tetapkan Dekan 2026–2028

Beritariau.com, PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) memperkuat langkah transformasi pendidikan tinggi dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Melalui kegiatan International Guest Lecture, kampus tersebut mendorong perubahan sistem pembelajaran agar mampu melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja masa depan.

Kegiatan bertajuk “From Classroom to AI-Driven Workforce: University Transformation to Produce Future-Ready Graduates” itu digelar di Auditorium Kampus Utama UMRI, Jumat (30/10/2026).

Agenda internasional tersebut menghadirkan Prof. Emerita Dr. Ku Ruhana Ku Mahamud dari Universiti Muhammadiyah Malaysia sebagai narasumber. Kegiatan dibuka langsung Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., dan dihadiri Badan Pembina Harian (BPH), para wakil rektor, kepala biro, pimpinan lembaga, satuan, UPT, kantor, serta dosen dan tenaga kependidikan.

Tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai masa depan pendidikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Rektor tentang penetapan dekan fakultas di lingkungan UMRI untuk periode 2026–2028.

Dalam arahannya, Rektor UMRI Saidul Amin menegaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan tinggi dan pasar kerja. Perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, universitas tidak lagi cukup hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, berinovasi, serta menguasai teknologi tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Perguruan tinggi harus mampu bergerak lebih cepat mengikuti perubahan zaman. Kita tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah dan menguasai teori, tetapi harus melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, beradaptasi, berinovasi, serta memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak. Namun, kecerdasan teknologi harus tetap diimbangi dengan kecerdasan moral, spiritual, dan kemanusiaan," ungkap Saidul Amin.

Ia menyebut transformasi pendidikan tinggi perlu dilakukan secara menyeluruh. Pembaruan kurikulum, metode pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen, penguatan tata kelola, hingga pembentukan budaya akademik menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut.

Penguasaan teknologi, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan penguatan etika, moral, spiritual, dan karakter. Dengan demikian, lulusan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab dalam memanfaatkannya.

Penyerahan SK Dekan Perkuat Kepemimpinan Fakultas

Pada kesempatan yang sama, Saidul Amin juga menyerahkan SK penetapan dekan fakultas periode 2026–2028. Penetapan tersebut menjadi bagian dari langkah UMRI memperkuat kepemimpinan dan tata kelola fakultas untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.

Rektor menekankan bahwa jabatan dekan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, visi, dan komitmen untuk memajukan fakultas.

"Penyerahan SK Dekan ini bukan sekadar pergantian atau penetapan jabatan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab untuk membawa fakultas semakin maju. Para dekan harus mampu menjadi pemimpin yang visioner, membangun kolaborasi, meningkatkan mutu akademik, memperkuat akreditasi program studi, serta mendorong inovasi dan produktivitas dosen. Kita ingin seluruh fakultas bergerak dalam satu visi untuk membawa UMRI menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan berdampak," tegasnya.

Ia berharap para dekan yang menerima amanah mampu membangun sinergi dengan seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Kolaborasi tersebut juga perlu diperluas bersama mitra strategis agar setiap fakultas dapat meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi bagi kemajuan universitas.

AI Ubah Lanskap Dunia Kerja

Sementara itu, Prof. Emerita Dr. Ku Ruhana Ku Mahamud dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kehadiran AI telah membawa perubahan signifikan terhadap lanskap dunia kerja.

Kemampuan teknologi AI yang semakin berkembang, mulai dari menulis esai, menganalisis data, memecahkan persoalan kompleks, hingga membantu pengambilan keputusan profesional, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi.

Kondisi tersebut menuntut institusi pendidikan untuk mengevaluasi model pembelajaran yang selama ini diterapkan. Kurikulum harus dirancang agar lulusan tidak sekadar menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan menerapkan, mengkritisi, dan bekerja berdampingan dengan teknologi AI.

“Fokus pendidikan harus bergeser dari sekadar penyampaian pengetahuan menjadi pengembangan lulusan yang mampu menerapkan, mempertanyakan, dan bekerja berdampingan dengan AI,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan dunia kerja akan semakin membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menggabungkan kecerdasan manusia dengan kecerdasan buatan. Karena itu, mahasiswa harus dipersiapkan melalui pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Melalui International Guest Lecture tersebut, UMRI berharap dapat memperluas wawasan internasional sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi. Di sisi lain, penetapan dekan periode 2026–2028 diharapkan memperkuat kepemimpinan fakultas agar lebih adaptif dan progresif.

Dua agenda yang dirangkaikan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UMRI membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan era AI, sekaligus melahirkan lulusan future-ready yang tidak hanya kompetitif di dunia kerja, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)