Bupati Afni Tegaskan Pejabat Adalah Pelayan Masyarakat, Bukan untuk Dilayani

Beritariau.com, SIAK – Bupati Siak Afni mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak agar tidak melupakan hakikat jabatan sebagai amanah untuk melayani masyarakat, bukan justru meminta dilayani.
Menurut Afni, setiap pejabat pemerintah harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan demi memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Pesan tegas tersebut disampaikan Afni saat menghadiri kegiatan Gebyar Sholawat bersama KH Toyib Firdaus di Lapangan Purna MTQ, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Rabu (28/10/2026) malam.
Di hadapan para ulama, santri, dan masyarakat yang hadir, Afni secara khusus meminta pejabat eselon II dan III yang mendampinginya untuk berdiri. Momen itu dimanfaatkannya untuk mengingatkan bahwa jabatan dan kedudukan dalam pemerintahan bukanlah keistimewaan untuk mendapatkan perlakuan khusus, melainkan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pejabat itu adalah pelayan masyarakat. Jika selama ini kami masih belum terasa melayani dengan baik, kami mohon dimaafkan. Berikan kami masukan yang baik dan doakan agar kami istiqamah, serta dijauhkan dari segala macam fitnah,” kata Afni.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat tidak sungkan menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bagi Afni, masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah daerah.
Selain menyampaikan pesan tentang tanggung jawab pejabat, Afni juga mengapresiasi semangat masyarakat dan para santri yang tetap berupaya menghadiri majelis sholawat meskipun hujan mengguyur kawasan Lubuk Dalam.
Antusiasme peserta terlihat dari rombongan yang terus berdatangan menuju lokasi kegiatan. Bahkan, sekitar 10 truk yang membawa rombongan santri dari pondok pesantren KH Toyib Firdaus di wilayah Kerinci Kanan sempat tertahan akibat kondisi perjalanan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
Rombongan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama masyarakat dari sejumlah wilayah juga dilaporkan masih dalam perjalanan menuju lokasi acara.
“Alhamdulillah, kita berharap keberkahan Allah menaungi kita semua. Walaupun hujan dan banyak rombongan masih dalam perjalanan, semangat untuk bersholawat dan menghadiri majelis ini tetap luar biasa,” ungkapnya.
Afni berharap doa dan dukungan dari para ulama, kiai, santri, serta seluruh lapisan masyarakat dapat menjadi penguat bagi jajaran Pemkab Siak dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia juga mengharapkan seluruh pejabat senantiasa diberikan keteguhan untuk menjaga amanah dan konsisten mengutamakan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Gebyar Sholawat tidak sekadar menjadi ruang untuk memperkuat nilai spiritual, tetapi juga memiliki makna penting dalam merawat kebersamaan dan mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, pondok pesantren, serta masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan pondok pesantren, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Siak. (*)

