Fondasi Turun 3 Cm, PUPR Riau Perbaiki Pilar Jembatan Ujungbatu

Fondasi Turun 3 Cm, PUPR Riau Perbaiki Pilar Jembatan Ujungbatu

Beritariau.com, Pekanbaru -- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau kembali melakukan perbaikan pada Jembatan Ujungbatu yang melintasi Sungai Rokan Kiri, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Kali ini, pekerjaan difokuskan pada fondasi dua pilar jembatan yang mengalami penurunan. Meski kondisi tersebut belum sampai mengharuskan penutupan atau pengalihan arus lalu lintas, perbaikan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kerusakan tidak berkembang dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja telah melakukan aktivitas di bawah jembatan. Satu unit alat berat juga dikerahkan untuk mendukung proses pengerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penanganan terhadap kondisi fondasi jembatan.

"Jembatan Ujungbatu diperbaiki pilarnya," kata Khairul Rizal.

Ia menjelaskan, perbaikan kali ini dilakukan terhadap fondasi pada dua pilar. Namun, fondasi yang ditangani bukan bagian pilar yang sebelumnya sempat mengalami kemiringan dan menjadi perhatian.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan fondasi sekitar 2 hingga 3 sentimeter. Meski angka tersebut masih tergolong kecil, kondisi itu tidak boleh dibiarkan karena berpotensi semakin parah apabila tidak segera ditangani.

"Terjadi penurunan fondasi sekitar 2 hingga 3 sentimeter. Walau masih terhitung kecil, kalau dibiarkan akan semakin membahayakan. Kalau dibiarkan bisa tambah parah. Hasil penilaian dari KNKT harus segera diperbaiki," ujarnya.

Pilar 2 Jadi Perhatian Utama

Dari dua fondasi yang diperbaiki, kondisi paling berat ditemukan pada pilar 2.

Khairul menyebut fondasi pilar tersebut sudah dalam kondisi menggantung sehingga membutuhkan penanganan lebih serius. Perbaikan dilakukan dengan pengecoran ulang di sekeliling fondasi untuk memperkuat struktur penopang jembatan.

"Pilar 2 yang parah. Sudah menggantung pondasinya," jelasnya.

Sementara itu, kondisi fondasi pilar 1 dinilai masih lebih baik. Karena itu, penanganannya tidak membutuhkan pekerjaan pengecoran seperti pada pilar 2.

"Sedangkan fondasi pilar 1 masih lebih baik. Sehingga pihaknya cukup membuat kawat bronjong di sekitar fondasi," katanya.

Pekerjaan terhadap kedua pilar tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan anggaran melalui kontrak pekerjaan dengan nilai sekitar Rp2,9 miliar.

Masyarakat Diminta Tidak Menambang Pasir

Selain melakukan perbaikan fisik, PUPR-PKPP Riau juga meminta masyarakat ikut menjaga kondisi Jembatan Ujungbatu.

Hal ini dinilai penting mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu jalur vital yang digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari, termasuk pergerakan kendaraan logistik.

Khairul meminta aktivitas yang berpotensi memengaruhi kestabilan fondasi jembatan, khususnya penambangan pasir di sekitar pilar, dihentikan.

"Kita minta masyarakat tidak menambang pasir di sekitar pilar itu," tegasnya.

PUPR-PKPP Riau berharap perbaikan yang dilakukan dapat menjaga kekuatan struktur jembatan sekaligus memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman dan lancar.

Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp2,9 miliar dan pengerjaan hingga akhir tahun, penanganan fondasi ini diharapkan dapat mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih serius pada Jembatan Ujungbatu. (*)