Milad ke-64, Unri Catat Penguatan Akademik dan SDM hingga Perluasan Jejaring Internasional
Beritariau.com, Pekanbaru -- Universitas Riau (Unri) memasuki usia ke-64 dengan membawa semangat memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia, riset, kemahasiswaan, hingga jejaring kerja sama untuk memperluas manfaat perguruan tinggi bagi masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Opening Ceremony Milad ke-64 Universitas Riau yang digelar di Gedung Student Center Unri, Kamis (17/9/2026).
Mengusung tema “64 Tahun Berkarya, Bersama Menguat, Bersama Berdampak”, kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian Milad Unri yang akan berlangsung hingga puncak peringatan pada 13 Oktober 2026.
Rektor Universitas Riau Prof Dr Sri Indarti SE MSi mengatakan, perjalanan 64 tahun Unri tidak terlepas dari dedikasi para pendiri, pimpinan universitas dari masa ke masa, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, hingga masyarakat.
Menurutnya, Milad ke-64 bukan sekadar momentum memperingati pertambahan usia universitas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bersyukur, melakukan refleksi, sekaligus memperkuat komitmen agar Unri semakin unggul dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Enam puluh empat tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun melalui dedikasi seluruh keluarga besar Universitas Riau. Karena itu, Milad bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, tetapi momentum untuk bersyukur, melakukan refleksi dan meneguhkan komitmen untuk membawa Universitas Riau menjadi semakin unggul dan berdampak,” ujar Sri Indarti.
Akreditasi Unggul dan Guru Besar Meningkat
Dalam kesempatan tersebut, Sri Indarti memaparkan sejumlah perkembangan Unri selama periode 2024-2026.
Di bidang akademik, jumlah program studi yang memperoleh akreditasi Unggul menunjukkan peningkatan. Pada 2024 tercatat 24 program studi, kemudian meningkat menjadi 44 program studi pada 2025 dan mencapai 50 program studi pada 2026.
Selain itu, Unri kini telah memiliki 13 program studi dengan akreditasi atau sertifikasi internasional.
Penguatan kualitas sumber daya manusia akademik juga terus dilakukan. Jumlah Guru Besar Unri meningkat dari 107 orang pada 2024 menjadi 143 orang pada 2026.
Sementara itu, jumlah lulusan pendidikan doktor juga mengalami peningkatan, dari 417 orang menjadi 494 orang.
Perkembangan tidak hanya terjadi pada bidang akademik dan SDM, tetapi juga pada sarana dan prasarana. Unri memperoleh hibah dua persil tanah dengan luas keseluruhan mencapai 2.028.932 meter persegi di kawasan Kampus Bina Widya, dengan nilai perolehan lebih dari Rp1,42 triliun.
Di bidang kemahasiswaan, prestasi mahasiswa Unri juga terus menjadi bagian penting dalam perjalanan universitas.
Pada 2024, mahasiswa Unri mencatat 121 prestasi internasional, 593 prestasi nasional dan 149 prestasi tingkat provinsi. Angka tersebut pada 2025 tercatat sebanyak 396 prestasi internasional, 431 nasional dan 64 provinsi.
Sementara hingga 9 Juni 2026, Unri telah mencatat 53 prestasi internasional, 53 nasional dan 25 provinsi.
Unri juga meraih predikat Unggul SIMKATMAWA pada 2025 dan 2026 untuk Klaster 1 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.
Jumlah lulusan kumulatif Unri turut bertambah, dari 131.260 orang pada 2024 menjadi 146.829 orang pada 2026.
Capaian Harus Berujung pada Dampak
Sri Indarti menegaskan, berbagai capaian tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh berhenti sebagai angka, penghargaan, ataupun pencapaian administratif.
Menurutnya, setiap capaian justru membawa tanggung jawab baru bagi Unri untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas.
“Capaian bukanlah akhir dari perjalanan. Capaian adalah tanggung jawab. Ketika mutu akademik meningkat, kita harus memastikan kualitasnya terus terjaga. Ketika sumber daya manusia semakin kuat, kita harus meningkatkan kontribusi pendidikan, penelitian dan pengabdian,” tegasnya.
Hal serupa, lanjut Sri Indarti, berlaku terhadap berbagai prestasi mahasiswa serta bertambahnya aset dan sarana prasarana universitas. Seluruh capaian tersebut harus dikelola dan dikembangkan agar memberikan manfaat bagi kemajuan Unri.
Karena itu, ia menilai keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari akreditasi, prestasi maupun pemeringkatan. Lebih jauh, keberhasilan universitas tercermin dari seberapa besar manfaat dan dampak yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ruh dari tema Milad ke-64 Unri. Semangat “Bersama Menguat, Bersama Berdampak” diarahkan bukan sekadar sebagai slogan, melainkan menjadi pijakan dalam menghadapi berbagai tantangan perguruan tinggi ke depan.
Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan artifisial, dinamika dunia kerja, internasionalisasi, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
“Universitas Riau harus menjadi universitas yang unggul dalam akademik, kuat dalam riset dan inovasi, berprestasi dalam kemahasiswaan, modern dalam tata kelola, serta luas dalam jejaring kerja sama. Namun yang terpenting, seluruh keunggulan tersebut harus bermuara pada dampak nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Perkuat Jejaring Internasional
Selain penguatan akademik dan kemahasiswaan, Unri juga terus membenahi tata kelola, perencanaan, kerja sama, sistem informasi, keterbukaan informasi dan komunikasi publik.
Penguatan tersebut berjalan seiring dengan semakin luasnya jejaring internasional Unri, termasuk melalui kerja sama dengan International Partner University, Global Industry Partner, serta keterlibatan dalam program Erasmus+.
Sri Indarti mengajak seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan mitra menjadikan rangkaian Milad ke-64 sebagai ruang mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
Momentum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap Unri sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang universitas dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan serta peluang di masa mendatang.
Memasuki usia 64 tahun, Unri bertekad melanjutkan perjalanan dengan mendorong lahirnya karya-karya baru, memperkuat kolaborasi, serta memastikan keunggulan yang dibangun dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, daerah, bangsa dan negara.
Dengan semangat tersebut, Rektor Universitas Riau secara resmi membuka seluruh rangkaian Milad ke-64 Universitas Riau Tahun 2026.
“Mari kita terus bergerak bersama. Berkarya untuk Universitas Riau, menguatkan kebersamaan, dan menghadirkan dampak yang nyata. 64 Tahun Berkarya, Bersama Menguat, Bersama Berdampak,” tutup Sri Indarti. (*)

