Termasuk di Riau, 10.670 Rumah Dibangun Lewat CSR Swasta, Bukan Mengandalkan APBN

Termasuk di Riau, 10.670 Rumah Dibangun Lewat CSR Swasta, Bukan Mengandalkan APBN

Penampakan huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi di Sumatera untuk korban bencana. Foto: Tangkapan Layar YouTube/TVR Parlemen

Beritariau.com, Jakarta -- Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat pembangunan dan renovasi ribuan rumah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sepanjang 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 5.014 rumah telah dibangun atau direnovasi. Sementara total target program CSR bersama sektor swasta tahun ini mencapai 10.670 unit rumah.

Program tersebut tersebar di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Lampung.

Pembangunan juga menjangkau Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo hingga Maluku.

Jawa Tengah menjadi daerah dengan penerima manfaat terbesar, yakni mencapai 2.208 unit rumah. Berikutnya Jawa Barat sebanyak 692 unit dan Sumatera Utara sebanyak 628 unit.

Program CSR perumahan tersebut memiliki sejumlah bentuk. Selain pembangunan rumah baru, perusahaan swasta turut membantu menyediakan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana, membangun rumah susun (rusun), serta melakukan renovasi rumah tidak layak huni menjadi hunian yang lebih layak.

Sejumlah perusahaan dan yayasan ikut terlibat dalam program tersebut. Yayasan Buddha Tzu Chi, misalnya, membantu renovasi rumah di Banyumas sekaligus membangun huntap bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Sementara itu, Djarum turut menjalankan program renovasi rumah di Kudus. Adapun Astra terlibat dalam perbaikan rumah di Garut dan Menteng.

Program kolaborasi pemerintah dan swasta melalui CSR tersebut bukan hanya berjalan pada 2026. Kementerian PKP mencatat program serupa telah dilaksanakan sejak 2025 dengan hasil yang cukup signifikan.

Sepanjang 2025, sebanyak 9.701 rumah berhasil dibangun dan direnovasi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Tengah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.149 unit merupakan rumah baru, sedangkan 8.552 unit lainnya merupakan rumah yang direnovasi.

Kementerian PKP mencatat total realisasi CSR nasional untuk sektor perumahan pada tahun anggaran 2025 mencapai 9.701 rumah hingga 31 Desember 2025.

Kolaborasi dengan sektor swasta ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penyediaan hunian layak bagi masyarakat, termasuk korban bencana dan masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni.

Dengan target 10.670 unit pada 2026, program tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang aman dan layak sekaligus memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan perumahan nasional. (*)