Bawa Misi Kemanusiaan dan Pelestarian Lingkungan

Kapolda Riau Lepas 8 Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi, Jangkau 17 Wilayah Terluar

Kapolda Riau Lepas 8 Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi, Jangkau 17 Wilayah Terluar

Polda Riau resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi (dok. Istimewa)

Beritariau.com, Pekanbaru -- Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan secara resmi melepas delapan Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi yang akan melaksanakan misi kemanusiaan, penguatan nilai kebangsaan, dan pelestarian lingkungan di 17 desa yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Provinsi Riau. Pelepasan berlangsung di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026), sebagai rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi, jajaran pejabat utama Polda Riau, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, unsur TNI, Forkopimda, serta para relawan yang akan terlibat dalam ekspedisi.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Indonesia merupakan kekuatan utama dalam menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, Provinsi Riau memiliki posisi strategis karena memiliki kawasan pesisir, pulau-pulau terluar, serta wilayah perbatasan yang menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara.

Ia menjelaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi bentuk nyata kehadiran negara hingga ke pelosok daerah. Program ini tidak hanya bertujuan menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, tetapi juga mendengarkan aspirasi mereka, memperkuat persatuan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendorong kemandirian masyarakat.

Sebanyak delapan tim diterjunkan dalam ekspedisi tersebut dengan dukungan 45 kendaraan operasional dan 81 relawan mahasiswa. Seluruh tim akan menyambangi 17 desa di kawasan 3T untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa fokus utama ekspedisi bukan memberikan stigma terhadap daerah yang dikunjungi, melainkan memahami secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat sesuai kebutuhan di lapangan.

Rangkaian kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi meliputi penanaman mangrove di kawasan pesisir sebagai upaya menjaga ekosistem pantai, pembagian bendera Merah Putih dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, penyerahan bantuan mesin ketinting bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas, pemberian kendaraan operasional roda dua bagi polsek di wilayah terluar, penyaluran bantuan sosial, serta dialog bersama masyarakat.

Mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan", ekspedisi ini menjadi simbol kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam arahannya, Irjen Pol. Herry Heryawan juga menyampaikan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar seluruh personel yang bertugas benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, serta menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Selain itu, seluruh tim diminta membangun komunikasi yang baik dengan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, nelayan, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting untuk mendeteksi berbagai persoalan sejak dini sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Kapolda juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kepada sesama manusia, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kelestarian alam. Menurutnya, Provinsi Riau memiliki kekayaan hutan, sungai, lahan gambut, kawasan mangrove, dan wilayah pesisir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sehingga harus dijaga secara bersama-sama.

Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau berharap dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, serta mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong, nasionalisme, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di wilayah terluar Provinsi Riau. (*)