Kapolda Riau Luncurkan Ekspedisi Merah Putih Presisi ke 17 Titik Terluar

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan program Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebangsaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong pelestarian lingkungan di wilayah pesisir (dok. Istimewa)
Beritariau.com, Inhu -- Polda Riau akan melaksanakan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 yang menyasar 17 titik di berbagai wilayah Provinsi Riau, terutama kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat semangat kebangsaan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan.
Pelepasan ekspedisi dijadwalkan berlangsung di Markas Polda Riau pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Menjelang keberangkatan, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan berdialog dengan masyarakat Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (30/7/2026), untuk menyerap aspirasi sekaligus menyosialisasikan tujuan kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Herry mengatakan bahwa memasuki bulan kemerdekaan menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. Menurutnya, semangat nasionalisme harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
"Memasuki bulan kemerdekaan, semua ingin menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. Semangat itu harus diwariskan kepada generasi muda agar mampu mengisi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045," ujar Herry.
Ia menjelaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat. Selama pelaksanaan ekspedisi, rombongan akan mengunjungi 17 lokasi di sejumlah kabupaten dan kota di Riau, dengan fokus pada desa-desa di kawasan 3T yang selama ini membutuhkan perhatian lebih dalam aspek pelayanan, pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Selain membawa pesan nasionalisme, ekspedisi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti dialog bersama masyarakat, penyaluran bantuan sosial, edukasi kebangsaan, hingga kampanye pelestarian lingkungan.
Menurut Kapolda, kehadiran aparat bersama para pemangku kepentingan di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan dengan warga sekaligus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi secara langsung.
"Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi mereka, sekaligus mengajak seluruh elemen menjaga kelestarian alam. Lingkungan yang terpelihara adalah bagian dari tanggung jawab kita kepada generasi yang akan datang," katanya.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem pesisir, Polda Riau juga akan melaksanakan aksi konservasi berupa penanaman mangrove di sejumlah kawasan pantai. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi abrasi sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Di sisi lain, Herry juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital, terutama di kalangan generasi muda. Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Kapolda turut mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, memperkuat persatuan, serta melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan berbagai pengaruh negatif lainnya.
Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni peringatan kemerdekaan, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kawasan terpencil. Program ini juga diharapkan menjadi momentum memperkuat rasa cinta tanah air, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong pelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. (*)

