Lawan Abrasi, Mahasiswa Kukerta UNRI Bersama Alam Rindang Tanam Mangrove di Bengkalis

Lawan Abrasi, Mahasiswa Kukerta UNRI Bersama Alam Rindang Tanam Mangrove di Bengkalis

Beritariau.com, Bengkalis -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak 2026 Universitas Riau (UNRI) Desa Selatbaru menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir yang terdampak abrasi, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Fajriani Ananda, S.Sos., M.Si. tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Peduli Lingkungan Alam Rindang sebagai upaya memperkuat perlindungan garis pantai Pulau Bengkalis sekaligus memulihkan ekosistem pesisir.

Ketua Kelompok Kukerta UNRI Berdampak 2026 Desa Selatbaru, Muhammad Azlan, mengatakan penanaman mangrove merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan abrasi yang dihadapi masyarakat pesisir.

"Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai," ujarnya.

Dengan semangat gotong royong, mahasiswa bersama Ketua Kelompok Alam Rindang Desa Selatbaru, M. Arjudin, beserta anggota kelompok turun langsung ke kawasan pantai berlumpur untuk menanam bibit mangrove di sejumlah titik yang rawan abrasi.

Selain berfungsi menahan laju abrasi, mangrove memiliki peran penting dalam meredam gelombang, menahan sedimen, memperkuat struktur tanah pantai, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota pesisir. Keberadaan hutan mangrove juga mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat.

Ketua Kelompok Alam Rindang Desa Selatbaru, M. Arjudin, mengapresiasi semangat para mahasiswa yang bersedia terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penanaman mangrove.

"Hari ini kami sangat senang dan bangga melihat adik-adik mahasiswa bersedia turun langsung menanam mangrove. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi pemicu bagi kami dan generasi muda di Desa Selatbaru untuk bersama-sama menangani persoalan abrasi," katanya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta UNRI Berdampak Desa Selatbaru, Dr. Fajriani Ananda, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Menurutnya, penanaman mangrove menjadi media pembelajaran lapangan yang memungkinkan mahasiswa memahami persoalan abrasi secara langsung, sekaligus mengasah kemampuan bekerja sama dengan masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga kelestarian alam melalui aksi nyata yang berkelanjutan.

"Mahasiswa memiliki energi, pengetahuan, dan semangat untuk menggerakkan perubahan. Kehadiran mereka melalui program Kukerta tidak hanya memberi manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga menumbuhkan budaya mencintai lingkungan yang dapat terus dilanjutkan masyarakat," ujar Fajriani.

Ia menegaskan bahwa penanganan abrasi di kawasan pesisir Pulau Bengkalis merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, masyarakat, dan generasi muda.

Melalui aksi penanaman mangrove tersebut, mahasiswa Kukerta UNRI bersama Kelompok Alam Rindang berharap dapat memperkuat benteng alami pesisir Selatbaru, menjaga kelestarian ekosistem, melindungi sumber penghidupan masyarakat, serta mewariskan lingkungan pesisir Bengkalis yang lebih lestari bagi generasi mendatang. (*)