Asap Kian Pekat di Meranti, Ribuan Masker Dibagikan, Siswa PAUD hingga SMP Diliburkan

Beritariau.com, MERANTI – Kabut asap yang semakin pekat menyelimuti Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendorong pemerintah daerah mengambil langkah darurat untuk melindungi kesehatan masyarakat. Ribuan masker dibagikan kepada warga, sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara hingga Sabtu (17/10/2026).
Pembagian masker dipimpin langsung Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, Jumat (16/10/2026). Langkah tersebut dilakukan menyusul memburuknya kualitas udara yang dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kegiatan diawali dengan pengarahan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker di sejumlah titik keramaian. Lokasi yang menjadi sasaran antara lain Pelabuhan Tanjung Harapan, Pasar Modern, Pelabuhan Kempang Om Rin, Pasar Sandang Pangan, Pasar Pagi Jalan Banglas, serta sejumlah lokasi aktivitas masyarakat lainnya.
Sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Muzamil mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keselamatan masyarakat di tengah kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat. Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak mendesak,” kata Muzamil.
Ia juga meminta masyarakat memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Kelompok tersebut dinilai lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan kondisi kualitas udara masih mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan alat ukur kualitas udara yang tersedia di sejumlah puskesmas, kondisi udara di wilayah tersebut masih berada pada kategori berbahaya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Paparan asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA, sesak napas, batuk, hingga iritasi mata,” ujar Ade.
Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kabut asap berlangsung. Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau keluhan lainnya diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ade juga menyebut kabut asap yang menyelimuti Kepulauan Meranti diduga berasal dari daerah lain. Dugaan itu mengacu pada informasi bahwa tidak ditemukan titik api di wilayah Kepulauan Meranti.
Siswa Diliburkan, Masa Libur Bisa Diperpanjang
Dampak kabut asap turut dirasakan sektor pendidikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada satuan pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk meliburkan siswa sementara.
Kebijakan tersebut juga diikuti sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. Para siswa diliburkan hingga Sabtu (17/10/2026), dengan kemungkinan perpanjangan apabila kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.
“Kita telah mengeluarkan surat edaran untuk sekolah mulai dari PAUD hingga SMP, dan juga diikuti oleh SMA sederajat, untuk meliburkan siswa hingga Sabtu. Jika kondisi belum membaik, masa libur dapat diperpanjang,” kata Raja Yusran.
Sementara itu, Ade Suhartian menyatakan perpanjangan masa libur sekolah dapat menjadi pertimbangan apabila kondisi udara masih membahayakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik yang termasuk kelompok rentan.
Pemkab Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah, membatasi kegiatan di luar ruangan, serta terus memantau perkembangan kualitas udara.
Di tengah kondisi yang belum membaik, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga anak-anak dan lansia, hingga kabut asap berangsur menipis dan kualitas udara kembali aman. (*)

