Payung Sekaki dan Rumbai Jadi Titik Terparah, Karhutla di Pekanbaru Capai 38 Hektare

Payung Sekaki dan Rumbai Jadi Titik Terparah, Karhutla di Pekanbaru Capai 38 Hektare

Beritariau.com, Pekanbaru -- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru terus meningkat seiring menguatnya musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Hingga pertengahan Juli 2026, sedikitnya 64 kasus kebakaran lahan telah terjadi dengan total luas area yang terbakar mencapai lebih dari 38 hektare.

Mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku hingga 30 November 2026. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan prakiraan cuaca yang menunjukkan Pekanbaru memasuki musim kemarau dengan intensitas El Nino kategori moderat hingga kuat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, mengatakan kebakaran lahan kini hampir merata terjadi di seluruh wilayah kota. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

"Sebaran kebakaran hampir terjadi di seluruh kecamatan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ujar Martin, Jumat (10/7/2026).

Dari 15 kecamatan di Pekanbaru, Payung Sekaki menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Tercatat 16 kejadian kebakaran menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Sementara Kecamatan Rumbai menempati posisi kedua dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 12 hektare.

BPBD Pekanbaru terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan personel, patroli rutin, serta percepatan respons di setiap lokasi kebakaran guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun lahan produktif.

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Kondisi tersebut membuat potensi munculnya titik api masih cukup tinggi sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan.

Pemko Pekanbaru juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla. Warga yang menemukan titik api atau kebakaran lahan diminta segera melaporkannya melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan kebakaran tidak semakin meluas. (*)