Disdik Pekanbaru Terbitkan Panduan MPLS 2026, Sekolah Dilarang Perpeloncoan

Disdik Pekanbaru Terbitkan Panduan MPLS 2026, Sekolah Dilarang Perpeloncoan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy

Beritariau.com, Pekanbaru – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru resmi menerbitkan panduan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Panduan tersebut menegaskan bahwa MPLS harus menjadi kegiatan yang aman, menyenangkan, edukatif, dan ramah anak, sekaligus mengajak sekolah serta orang tua berkolaborasi dalam mendampingi peserta didik baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan MPLS akan dilaksanakan selama lima hari pada pekan pertama masuk sekolah. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP negeri dan swasta, hingga satuan pendidikan nonformal seperti SKB dan PKBM.

Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi menjadi tahap penting dalam membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan belajar, mengenal warga sekolah, memahami kurikulum, serta membangun rasa nyaman sejak hari pertama.

Disdik Pekanbaru juga menegaskan sejumlah larangan selama pelaksanaan MPLS. Sekolah dilarang melakukan perpeloncoan, segala bentuk kekerasan, pungutan biaya, maupun penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif. Seluruh kegiatan wajib berada dalam pengawasan guru dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak.

Tahun ini, materi MPLS juga diperkaya dengan penguatan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan melalui program Green City. Para siswa akan diperkenalkan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, serta budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).

Selain itu, sekolah diwajibkan menjalankan gerakan ramah lingkungan melalui pembiasaan memilah sampah dan program 1 Siswa 1 Polybag Tanaman sebagai upaya mewujudkan sekolah hijau yang berkelanjutan.

Disdik juga mengajak orang tua untuk berperan aktif mendukung proses adaptasi anak, salah satunya melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia dengan mengantar anak ke sekolah pada hari pertama serta membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.

"Kita bersama ingin anak-anak melangkah ke sekolah dengan senyuman dan rasa ingin tahu yang tinggi. Melalui MPLS yang edukatif ini, mari sekolah, orang tua, dan masyarakat bergandengan tangan menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, bebas dari kekerasan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan," ujar Syafrian Tommy.

Untuk memastikan seluruh ketentuan berjalan dengan baik, Disdik Pekanbaru akan melakukan pengawasan berjenjang mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pasca-MPLS. Langkah ini diharapkan mampu menjamin seluruh peserta didik baru mendapatkan pengalaman awal bersekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. (*)