PSG Gagal Kunci Kemenangan, Dua Kali Unggul Namun Ditahan Lorient 2-2 dalam Laga Penuh Drama

PSG Gagal Kunci Kemenangan, Dua Kali Unggul Namun Ditahan Lorient 2-2 dalam Laga Penuh Drama

Pemain PSG merayakan gol ke gawang Lorient di Ligue 1, Sabtu (2/5/2026) dini hari WIB. (c) Dok. PSG

Beritariau.com - Paris Saint-Germain harus menunda ambisi mengamankan tiga poin penuh setelah ditahan imbang 2-2 oleh FC Lorient dalam lanjutan Ligue 1 di Parc des Princes, Sabtu (2/5/2026) dini hari WIB. Pertandingan berlangsung sengit dengan tempo tinggi, diwarnai empat gol dan sejumlah momen krusial dari kedua tim.

PSG langsung menggebrak sejak awal laga dan sukses membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan enam menit. Gol tersebut tercipta secara unik ketika bola hasil crossing mengenai tubuh Ibrahim Mbaye dan mengecoh kiper lawan. Keunggulan cepat ini sempat membuat tuan rumah berada di atas angin.

Namun, Lorient tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Tim tamu tampil berani dan mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Pablo Pagis yang menyelesaikan peluang dengan tenang setelah menerima umpan matang dari sisi sayap. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Lorient yang mulai tampil lebih agresif.

Sepanjang sisa babak pertama, pertandingan berjalan terbuka. Lorient beberapa kali mengancam melalui pergerakan dinamis di sisi lapangan, sementara PSG mencoba membangun serangan lewat kombinasi lini tengah mereka. Meski kedua tim menciptakan peluang, tidak ada gol tambahan hingga turun minum dan skor tetap 1-1.

Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan intensitas permainan dan mulai mendominasi penguasaan bola. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60 melalui Warren Zaïre-Emery. Gelandang muda tersebut mencetak gol indah lewat tembakan jarak jauh yang sempat berubah arah, membuat kiper Lorient kesulitan mengantisipasi bola.

Gol tersebut membuat PSG kembali unggul dan terlihat lebih percaya diri dalam mengontrol jalannya pertandingan. Di sisi lain, Lorient dipaksa keluar dari pendekatan bertahan mereka dan mulai bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Namun, momentum kembali berubah akibat kesalahan fatal di lini belakang PSG. Sebuah umpan ceroboh berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Aiyegun Tosin yang dengan sigap mencetak gol penyeimbang. Situasi ini menjadi pukulan bagi PSG yang sebelumnya berada dalam posisi menguntungkan.

Di sisa waktu pertandingan, kedua tim sama-sama berusaha mencari gol kemenangan. PSG meningkatkan tekanan dengan serangan bertubi-tubi, sementara Lorient sesekali mengancam lewat serangan balik cepat. Meski peluang tercipta di kedua sisi, tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membuat PSG tetap berada di jalur perburuan gelar, namun kehilangan kesempatan untuk memperlebar jarak dengan para pesaing di papan atas klasemen. Sementara itu, Lorient patut puas dengan satu poin yang memperpanjang tren positif mereka dan menjaga posisi di papan tengah.

Pertandingan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meski memiliki kualitas individu yang lebih unggul, PSG masih perlu memperbaiki konsistensi, terutama di lini pertahanan, jika ingin mengamankan gelar tanpa hambatan di sisa musim. (*)