Minta Kasus Eva Tuntas dan Tak Dipolitisir

Seakan "Dicap" Seorang "Kriminal", Puluhan Pendukung Bela Eva Yuliana di Polda Riau

Seakan "Dicap" Seorang "Kriminal", Puluhan Pendukung Bela Eva Yuliana di Polda Riau

Simpatisan Eva Yuliana Istri Bupati Kampar Datangi Polda Riau | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Gelombang unjuk rasa dari rakyat Kabupaten Kampar yang bertubi-tubi mendesak polisi agar segera menjadikan Istri Bupati Kampar, Eva Yuliana jadi tersangka kasus dugaan pemukulan warga sendiri, kini dibalas oleh puluhan massa pendukung Eva mendatangi Polda Riau.

Massa yang menamakan diri Jaringan Aksi Masyarakat (AMK) Kampar, Kamis (11/9/14) pagi sekitar pukul 10.30 WIB, menunggui Eva yang sedang menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) di Polda Riau, .

Sambil menunggu, massa pun berorasi. "Kita tidak ingin ada tarik ulur atas kasus Ibu Eva," kata Koordinator Lapangan Aksi, Azmi, Kamis (11/9/14).

Mereka meminta Polda Riau agar segera menuntaskan perkara Eva.

Selain itu, Ia juga mengecam pihak-pihak, kelompok maupun organisasi yang meng-intervensi kasus ini serta menyeret ke ranah politik dan menjadikan nama baik Eva seakan-akan jadi seorang kriminil.

"Persoalan hukum ya persoalan hukum saja. Kalau Ibu Eva bersalah, ya silahkan. Jangan mencoba memainkan persoalan hukum ke ranah politik," ujar Azmi.

Perlu diketahui, untuk kesekian kalinya, Eva memenuhi panggilan penyidik Polda Riau. Pada beberapa kali pemeriksaan, rakyat Kampar kerap berunjuk rasa.

Tuntutannya, mereka minta Eva segera ditetapkan jadi tersangka karena tega memukul warganya sendiri, Nur Azmi. [Baca : Lagi, Rakyat Kampar Desak Polda Jadikan Istri Bupati Kampar Eva Yuliana Tersangka]. Nur melaporkan Eva ke polisi karena telah memukul dirinya.

Bahkan, kejadian pemukulan itu, menurut Nur Azmi, dilakukan Eva di depan mata Jefry Noer di lokasi kebun yang masih merupakan daerah kekuasaan suaminya yang tak lain Bupati Kabupaten Kampar.

Informasi sumir berhembus. Kabarnya, Eva bakal jadi calon Bupati Kampar yang mungkin akan berpasangan dengan SA, pentolan Kader Partai PKS di Kampar. Kabar niat itu bisa jadi terganjal akibat kasus yang dijalaninya ini.

Pada aksi yang berlangsung damai tadi pagi, massa pun membubarkan diri. Saat aksi mereka membentangkan spanduk dari kain bertuliskan "Maju Terus Bu Eva, Jangan Gentar dgn Fitnahan Org2 Yang Tidak Bermoral".

Menanggapi keinginan pengunjuk rasa, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK mengatakan, pihaknya menerima dan melakukan dialog dengan perwakilan massa. Ia meyakinkan, bahwa pihaknya tetap bekerja sesuai proses.

Sejauh ini, pemeriksaan terus dilakukan, dimana sebelumnya, sudah dilakukan pemeriksaan ahli pidana.

"Terakhir kemarin, kita juga sudah meng-konfrontir kedua belah pihak (Eva Yuliana dan Nur Asmi) dan melakukan gelar perkara. Kita berharap masyarakat bisa menghormati segala proses hukum yang kita jalankan ini," jelas Guntur. [mar]

Tags :# hukum