Dikabarkan Mau Jadi Calon Bupati
Lagi, Rakyat Kampar Desak Polda Jadikan Istri Bupati Kampar Eva Yuliana Tersangka

Eva Yuliana, Istri Bupati Kampar yang juga Anggota DPRD Provinsi Riau Terpilih Periode Tahun 2014 - 2019 | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Niat Istri Bupati Kampar Eva Yuliana yang dikabarkan akan maju sebagai Bupati Kampar menggantikan suaminya kelak, terpaksa harus ditahan dulu.
Jelang pelantikannya sebagai anggota DPRD Riau periode 2014 - 2019 yang akan digelar dua hari lagi, Eva Yuliana kembali diminta oleh warganya sendiri mempertanggungjawabkan dugaan penganiayaan yang dilakukannya pada warganya.
Puluhan mahasiswa asal Kampar yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Kampar (Gerak), tak henti-hentinya mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Riau menetapkan Istri Bupati Kampar Jefri Noer, Eva Yuliana, sebagai tersangka dugaan penganiayaan dua petani di Desa Birandang, Nur Asni dan Jamal.
"Kami meminta Polda Riau sebagai penegak hukum di negeri ini benar-benar menegakkan hukum. Segera tetapkan Eva sebagai tersangka karena telah menganiaya petani," kata Koordinator Lapangan Demonstran, Hendra saat demo di Polda Riau, Kamis (4/9/14).
Menurut Hendra, mereka akan selalu berdemo di Mapolda Riau selama Eva belum ditetapkan sebagai tersangka. Ia menilai, semua bukti keterlibatan anggota DPRD Riau terpilih itu, sudah ada.
"Apa lagi yang ditunggu Penyidik Polda? Kenapa belum ditetapkan menjadi tersangka? Apakah Polda Riau takut?," tegas Hendra.
Terkait desakan ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Arief Rachman Hakim mengatakan, penanganan kasus Eva Yuliana masih berlanjut.
"Sejauh ini sudah dilakukan beberapa kali gelar perkara. Masih jalan. Ada beberapa kekurangan dalam penyidikan. Itu yang tengah dilengkapi," katanya.
Arief menyilahkan masyarakat untuk memantau perkembangan kasus ini. "Silahkan, yang penting dilakukan dengan tenang dan tidak mengganggu ketertiban," ucapnya.
Seperti diketahui, kasus dugaan penganiayaan ini terus berlanjut, namun, hingga kini Polda Riau belum menetapkan Eva Yuliana sebagai tersangka. [Baca : Istri Bupati Kampar Eva Yuliana Mengaku Tak Aniaya Nur Asmi]
Dari sumber Beritariau.com di Kampar, dikabarkan Eva Yuliana di "plot" oleh suaminya sendiri yakni Bupati Kampar Jefry Noer untuk maju sebagai calon Bupati periode berikutnya. Dikabarkan juga, tokoh pentolan PKS Kabupaten Kampar berinisial SA, dinilai cocok menjadi pendamping Eva kelak.
"Soalnya dia (Eva) kan perempuan. Mungkin di Kampar ini masih sulit. Dengan bantuan dari PKS mungkin bisa masuk merangkul dan menggiring opini bahwa perempuan bisa jadi pemimpin," kata sumber ini kepada Beritariau.com, Kamis, (4/9/14).
Namun, jika memang benar, niat tersebut terpaksa tertahan atas perilakunya yang dinilai rakyatnya main pukul pada warga, Eva kerap jadi bulan-bulanan di demo. [red]
Jelang pelantikannya sebagai anggota DPRD Riau periode 2014 - 2019 yang akan digelar dua hari lagi, Eva Yuliana kembali diminta oleh warganya sendiri mempertanggungjawabkan dugaan penganiayaan yang dilakukannya pada warganya.
Puluhan mahasiswa asal Kampar yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Kampar (Gerak), tak henti-hentinya mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Riau menetapkan Istri Bupati Kampar Jefri Noer, Eva Yuliana, sebagai tersangka dugaan penganiayaan dua petani di Desa Birandang, Nur Asni dan Jamal.
"Kami meminta Polda Riau sebagai penegak hukum di negeri ini benar-benar menegakkan hukum. Segera tetapkan Eva sebagai tersangka karena telah menganiaya petani," kata Koordinator Lapangan Demonstran, Hendra saat demo di Polda Riau, Kamis (4/9/14).
Menurut Hendra, mereka akan selalu berdemo di Mapolda Riau selama Eva belum ditetapkan sebagai tersangka. Ia menilai, semua bukti keterlibatan anggota DPRD Riau terpilih itu, sudah ada.
"Apa lagi yang ditunggu Penyidik Polda? Kenapa belum ditetapkan menjadi tersangka? Apakah Polda Riau takut?," tegas Hendra.
Terkait desakan ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Arief Rachman Hakim mengatakan, penanganan kasus Eva Yuliana masih berlanjut.
"Sejauh ini sudah dilakukan beberapa kali gelar perkara. Masih jalan. Ada beberapa kekurangan dalam penyidikan. Itu yang tengah dilengkapi," katanya.
Arief menyilahkan masyarakat untuk memantau perkembangan kasus ini. "Silahkan, yang penting dilakukan dengan tenang dan tidak mengganggu ketertiban," ucapnya.
Seperti diketahui, kasus dugaan penganiayaan ini terus berlanjut, namun, hingga kini Polda Riau belum menetapkan Eva Yuliana sebagai tersangka. [Baca : Istri Bupati Kampar Eva Yuliana Mengaku Tak Aniaya Nur Asmi]
Dari sumber Beritariau.com di Kampar, dikabarkan Eva Yuliana di "plot" oleh suaminya sendiri yakni Bupati Kampar Jefry Noer untuk maju sebagai calon Bupati periode berikutnya. Dikabarkan juga, tokoh pentolan PKS Kabupaten Kampar berinisial SA, dinilai cocok menjadi pendamping Eva kelak.
"Soalnya dia (Eva) kan perempuan. Mungkin di Kampar ini masih sulit. Dengan bantuan dari PKS mungkin bisa masuk merangkul dan menggiring opini bahwa perempuan bisa jadi pemimpin," kata sumber ini kepada Beritariau.com, Kamis, (4/9/14).
Namun, jika memang benar, niat tersebut terpaksa tertahan atas perilakunya yang dinilai rakyatnya main pukul pada warga, Eva kerap jadi bulan-bulanan di demo. [red]

