Drama VAR di City Ground, Liverpool Tundukkan Nottingham Forest Lewat Gol Injury Time

Drama VAR di City Ground, Liverpool Tundukkan Nottingham Forest Lewat Gol Injury Time

Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, merayakan gol timnya dalam laga Premier League lawan Nottingham Forest, Minggu (22/2/2026) (c) AP Photo/Dave Shopland

Beritariau.com - Pertandingan pekan ke-27 Premier League antara Nottingham Forest dan Liverpool FC, Minggu (22/2/2026) malam WIB, berakhir dramatis. The Reds mencuri kemenangan 1-0 lewat gol di masa injury time dan menjaga asa finis di zona Liga Champions.

Bermain di City Ground, babak pertama berjalan intens namun minim peluang bersih. Tuan rumah tampil agresif sejak awal. Callum Hudson-Odoi sempat mendapat peluang emas usai menerima umpan terobosan Ibrahim Sangare, tetapi kiper Liverpool, Alisson Becker, sigap keluar sarang untuk menggagalkan peluang tersebut.

Forest kembali mengancam pada menit ke-10. Morgan Gibbs-White sempat meminta penalti usai kontak dengan Ibrahima Konate, sementara tembakan rendah Elliot Anderson masih melebar tipis. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan intensitas. Liverpool memasukkan Federico Chiesa dan Rio Ngumoha untuk menambah daya dobrak. Namun, laga justru mencapai puncak drama di menit-menit akhir.

Menit ke-89, Alexis Mac Allister sempat mencetak gol usai memblok sepakan Ola Aina yang berujung masuk ke gawang. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi handball.

Ketegangan belum berakhir. Pada menit 90+7, Mac Allister kembali membobol gawang Forest. VAR kembali melakukan peninjauan karena potensi offside dalam proses gol. Setelah pemeriksaan, gol dinyatakan sah. Liverpool pun memastikan kemenangan 1-0 secara dramatis.

Tambahan tiga poin ini membuat Liverpool kini mengoleksi 45 poin dan menempel ketat rival-rivalnya dalam persaingan zona Liga Champions. Mereka sejajar dengan dan Chelsea FC di papan atas klasemen.

Sementara itu, Nottingham Forest tertahan di peringkat ke-17 dengan 27 poin, hanya satu tingkat di atas zona degradasi. (*)